Purwo Pilih Andalkan Aplikasi untuk Tingkatkan Performa Lari

49

DI tengah napas yang memburu, kepala Purwo Yuli Atmoko menengok ke belakang, menatap sejumlah pelari dengan nomor dada warna biru. Jarak antara dirinya dan mereka sekitar 20 meter. Seketika Purwo memacu kecepatan larinya hingga menyentuh garis finis.

Dalam kondisi lemas dan keringat bercucuran, seorang pemuda berkaus kuning menanyai nama dan asal instansinya. Dari panitia tersebut dia baru tahu menjadi finisher tercepat Karismatik Madiun Fun Run (KMFR) 2018 kategori PNS putra. ‘’Sempat nggak percaya. Saya kira urutan tiga atau dua,’’ kata Purwo.

PNS BMKG Nganjuk itu mencatat waktu 26 menit 1 detik, sekaligus berhak naik podium tertinggi. Ini merupakan kali pertama Purwo meraih juara setelah dalam sejumlah event serupa mentok sebagai peserta. Termasuk saat mengikuti kompetisi lari di Caruban, Kediri, Surakarta, dan Jogjakarta.  ‘’Baru di KMFR ini juara,’’ ujarnya.

Purwo baru sekitar enam bulan menekuni lari. Sebelumnya, bapak tiga anak itu memilih berkutat dengan olahraga bersepeda. Dia kepincut running setelah melihat posting-an teman-temannya di media sosial. ‘’Setelah baca-baca referensi di internet kayaknya seru,’’ ucapnya.

Kali pertama lari, Purwo langsung melahap jarak 6 kilometer. Hasilnya, badan terasa pegal dan baru hilang seminggu berselang. Pasca kejadian itu dia memilih berlari secara bertahap dibantu aplikasi penghitung jarak. ‘’Ada catatan waktu saya di aplikasi itu,’’ ungkapnya.

Dalam seminggu, warga Widodaren, Ngawi, itu biasa latihan lari dua kali. Waktu setelah salat Subuh dinilai paling pas untuk berlari. Kondisi geografis kampungnya yang berada di kawasan pegunungan membuat Purwo kerap melintasi jalur menanjak. ‘’Saya kalau lari nggak lama, 40 menit cukup, yang penting rutin,’’ terangnya.

Purwo tidak melakukan persiapan khusus menjelang turun di KMFR 2018 Minggu lalu (9/12). Dia hanya berlatih seperti biasa. Sementara, informasi adanya event itu diketahuinya sekitar satu bulan sebelum pelaksanaan lomba. ‘’Saya tahunya waktu ikut Srambang KOM,’’ ungkapnya.

Purwo memastikan ikut KMFR tahun depan. Hanya, dia mengusulkan kelak di sepanjang rute dipasang rambu penanda jarak lari. ‘’Karena saya sempat bingung sudah lari berapa kilometer. Selain itu, kalau bisa nanti botol air minumnya yang ukuran kecil saja,’’ ujarnya. ***(dila rahmatika/isd/c1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here