Pura-pura Ngamen, Gasak 13 Motor

625
CEK: Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono mengecek 13 unit sepeda motor hasil kejahatan komplotan Yusuf.

MADIUN – Polres Madiun panen tangkapan kasus pencurian sepeda motor (curanmor). Modusnya, pelaku menyaru sebagai pengamen. Komplotan penjahat yang berjumlah tiga orang yang dipimpin M Yusuf, warga Desa Sareng, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun itu sudah berhasil menggasak 13 motor. Sebanyak 9 di antaranya di wilayah hukum Polres Madiun. ’’Sasarannya motor yang kuncinya belum dicabut. Pelaku pura-pura jadi pengamen,’’ ujar Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono, Sabtu (1/6).

Ruruh menjelaskan, terungkapnya kasus kejahatan ini bermula dari laporan Ervin Linawati, warga Desa Tiron, Kecamatan/Kabupaten Madiun pada Minggu pukul 20.30 (26/5) lalu. Pelaku saat itu hendak mencuri motor Honda Megapro nopol S 6812 GL, milik Agung Wibowo. Saat berusaha melarikan diri, pelaku pun diamankan pelapor. ’’Kemudian kejadian dilaporkan ke Polsek Nglames,’’ katanya.

Satreskrim Polres Madiun ikut mendalami kasus ini. Terungkap dari hasil pemeriksaan, komplotan pelaku curanmor ini sudah 9 kali beraksi di wilayah hukum Polres Madiun. Sedangkan untuk motor yang dicuri totalnya 13 unit. Aksi kejahatan di wilayah hukum Polres Madiun di antaranya dilakukan di Kecamatan Mejayan, Balerejo, Saradan, dan Madiun. ’’Modus operandinya sama, yakni berpura-pura menjadi pengamen untuk melihat keadaan sebelum melakukan aksinya,’’ katanya.

Ruruh menambahkan, ada dua tersangka yang berperan memetik target curian. Sedangkan seorang lagi mengangkut kendaraan ke motor roda tiga atau VIAR milik tersangka. Hasil pemeriksaan, M Yusuf salah seorang tersangka berasal dari Dusun Gulunan Rt 11 Rw 2 Desa Sareng Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun. Pun dibantu dua tersangka lain yang berasal dari Kabupaten Nganjuk. ’’Ada empat kendaraan lain yang kami curigai hasil curian dari 13 kendaraan yang kami amankan,’’ ungkapnya.

Ketiga tersangka tersebut dikenakan pasal berbeda. Untuk tersangka Yusuf dikenakan pasl 363 ayat (1) ke 3e, 4e, KUHP dengan hukuman maksimal 7 tahun penjara. Sementara tersangka Z dan SJ dikenakan pasal berlapis, yakni pasal 56 juncto Pasal 363 ayat (1) ke 3e, 4e KUHP dan atau pasal 480 KUHP karena melakukan persekongkolan dengan tersangka. ’’Untuk selebihnya akan dalam penyidikan,’’ pungkasnya. (fat/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here