Puluhan Warga yang Hijarah ke Malang Terancam Kehilangan Hak Pilih

97

PONOROGO – Puluhan warga Desa Watu Bonang, Kecamatan Badegan, yang hijrah ke Malang terancam kehilangan hak pilih. Itu setelah mereka yang sudah memenuhi sebagai pemilih tidak melaporkan pindah pilih ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat. Terlambat. Pelayanan pindah pilih telah ditutup Minggu (17/3). ‘’Itu sudah menjadi instruksi pusat,’’ kata Divisi Data KPU Ponorogo Munajat.

Diketahui, tak kurang dari 62 warga yang mendadak hijrah ke Malang. Dari total itu, 75 persen di antaranya memenuhi syarat menjadi pemilih tetap. Hingga ditutupnya layanan pindah pilih, KPU Ponorogo belum menerima laporan dari yang bersangkutan. ‘’Sejauh ini kami belum menerima laporan dari yang bersangkutan,’’ ujarnya.

Padahal, hijrahnya puluhan warga itu diperkirakan hingga Ramadan. Artinya, sekembalinya ke daerah asal pesta demokrasi telah selesai. Munajat menilai, warga yang bersangkutan tidak kehilangan hak pilih jika menyalurkan hak pilih ke daerah asal. ‘’Ada dua kemungkinan. Kalau memang kami tidak mendapati laporan pindah pilih atau A5,’’ tuturnya.

Munajat menambahkan, warga dapat menyalurkan hak pilih di tempat domisili saat ini. Dalam hal ini di Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Fallahil Mubtadin, Malang. Jika yang bersangkutan mengurus pindah pilih ke KPU Malang. ‘’Kalau tidak melapor di sana, otomatis tidak bisa mencoblos di sana,’’ terangnya.

Bagi mereka yang tidak melapor pindah pilih ke KPU Malang, satu-satunya jalan agar tak kehilangan hak pilihnya adalah kembali ke kampung halaman. Namun, informasinya mereka bakal mondok selama tiga bulan. Mulai Rajab, Ruwah, hingga Ramadan. ‘’Sebenarnya, pengurusan pindah pilih sangat simpel. Yang bersangkutan tinggal mendatangi KPU dengan menyertakan e-KTP (kartu tanda penduduk elektronik, Red),’’ jelasnya.

Pun, pelayanan pindah pilih dapat dilakukan di kantor KPU daerah asal ataupun daerah tujuan. Karena itu, pihaknya mengimbau bagi yang belum mengurus diharapkan segera menyalurkan hak pilih di daerah sebagaimana tercantum dalam daftar pemilih tetap (DPT). ‘’Bisa mencoblos sesuai data DPT yang bersangkutan,’’ imbuh Munajat.

Dengan kejadian puluhan warga yang hijrah ke Malang, pihaknya berharap tidak mengganggu jalannya pemilu. Pun tidak menimbulkan kegaduhan di daerah. Sehingga terlaksana pemilu damai yang kondusif. ‘’Semoga pemilu tahun ini berjalan lancar sesuai tujuan yang tertuang dalam undang-undang,’’ harapnya. (mg7/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here