Puluhan Wali Murid Jadi Sasaran Penipuan

70

NGAWI – Praktik kejahatan memanfaatkan hubungan psikis antara orang tua dan anak tengah marak di Bumi Orek-Orek. Belakangan ini, belasan orang tua siswa SMPN 4 Ngawi dan SMPN 5 Ngawi menerima telepon dari orang tak dikenal. Si penelepon menyebutkan bahwa si anak sedang mengalami celaka. Buntutnya, diminta menransfer sejumlah uang.

Kata-kata si penelepon yang meyakinkan, ditambah penyebutan identititas –anak maupun orang tua– yang jelas, membuat salah seorang wali murid kena tipu jutaan rupiah. ‘’Ayah saya sudah transfer uang Rp 4,2 juta,’’ kata Dimas Dwi Prayogi, salah seorang siswa, kemarin (4/4).

Dimas mengatakan, Sabtu lalu (30/3) orang tuanya mendapat telepon dari nomor tidak dikenal. Dimas dikabarkan jatuh di kamar mandi. Si penelepon memberi tahu bahwa pelajar kelas VIII E SMPN 4 Ngawi itu mengalami luka parah dan harus segera dioperasi.

Orang tua Dimas seketika panik lantaran mengira kabar tersebut benar. Identitas Dimas maupun orang tuanya yang disebut secara lengkap dan betul oleh si penelepon, membuat warga Desa Megeri, Kecamatan Kradenan, Blora, itu bergegas ke anjungan tunai mandiri (ATM) untuk menransfer uang.

‘’Dari pasar, ayah saya langsung menransfer uang. Katanya kalau tidak cepat transfer, tidak bisa ditangani,’’ jelas Dimas kepada Radar Ngawi. ‘’Padahal saya tidak kenapa-kenapa saat itu,’’ imbuhnya.

Percobaan penipuan dengan modus serupa dialami Yus Yustyaningsih, 47, warga Jalan Trunojoyo, Margomulyo, Ngawi. Beruntung, ibu dari Dimas Ragil Dwi Hartono, 15, pelajar kelas VIII B SMPN 4 Ngawi, itu belum sampai menransfer uang.

Yus sempat memercayai informasi yang didengarnya itu. Maklum, si penelepon fasih menyebut namanya dan nama anaknya. Pun, kelas dan sekolah Dimas. ‘’Senin kemarin (1/4) sekitar pukul 10.00, saya dapat telepon kalau anak saya kepleset di sekolah. Pendarahan di kepala sampai pingsan dan dimintai uang Rp 19 juta untuk operasi,’’ terang Yus.

Upaya percobaan penipuan tersebut dilakukan tidak hanya oleh satu orang. Yus menerima telepon dari tiga orang berbeda dengan nomor berbeda-beda pula.  Satu telepon ditutup, satu lagi menyambung dengan tema pembicaraan sama. ‘’Yang telepon pertama memberikan nomor telepon Bu Dewi, katanya guru anak saya. Kemudian diberi nomor lagi, katanya dokter Handoko yang menangani anak saya,’’ papar Yus.

Dalam sambungan telepon, Yus menyatakan tidak mampu menebus resep dan persiapan operasi anaknya. Jawaban inilah yang meloloskan Yus dari upaya penipuan. Setelah melalui perdebatan terkait biaya operasi, perempuan itu diminta mengecek sendiri ke rumah sakit sebelum akhirnya obrolan ditutup.

‘’Saking paniknya, saya langsung ke Rumah Sakit At-Tin. Petugas di IGD bilang kalau anak saya tidak ada di rumah sakit. Katanya, hari itu saya jadi orang ke-4, yang datang ke rumah sakit mencari anaknya,’’ ungkap Yus kepada Radar Ngawi.

Masih dirundung kepanikan, Yus segera mengecek keberadaan anaknya ke SMPN 4 Ngawi. Dadanya plong sesaat setelah melihat Dimas duduk di bangku kelas. ‘’Saya ketemu Pak Joko Setyono (salah seorang guru SMPN 4 Ngawi, Red), katanya saya orang tua ke-21 yang mencari anaknya seperti itu,’’ tuturnya.

Sebelum itu, upaya penipuan serupa terjadi di SMPN 5 Ngawi. Sedikitnya sembilan orang tua pelajar sekolah setempat menjadi sasaran. ‘’Mengabarkan anaknya mesti dioperasi dengan berbagai penyebab, lalu minta sejumlah uang untuk biaya operasi,’’ ujar Tarkum.

Tarkum menambahkan, salah seorang wali murid sudah sampai di bank hendak menransfer uang. Namun, lanjut dia, petugas bank menyarankan untuk mengecek dulu ke sekolah setelah ditanyai keperluan transfer. ‘’Kami telah melaporkan kejadian ini ke polisi,’’ ujar Tarkum.

Kasatreskrim Polres Ngawi AKP Muh. Indra Nadjib mengamini adanya laporan terkait upaya penipuan itu. Beberapa hari belakangan, pihaknya menerima sejumlah laporan penipuan bermodus meminta transferan sejumlah uang untuk biaya operasi anak yang mendesak.

Laporan datang baik melalui sekolah maupun pelapor secara pribadi. ‘’Benar, ada laporan dari masyarakat seperti itu. Akan kami tindak lanjuti, kasus akan tetap kami proses,’’ tegasnya. (den/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here