Puluhan Surat Suara Tertukar, KPU Berdalih Persiapan Logistik Mepet

39

NGAWI – Sejumlah kendala mewarnai proses pemungutan suara Pemilu 2019 di Ngawi. Temuan paling menonjol adalah adanya surat suara pemilihan anggota DPRD kabupaten yang tertukar. Baik tertukar antardaerah pemilihan (dapil) di daerah setempat maupun kijolan surat suara kabupaten lain.

Ketua KPU Ngawi Syamsul Wathoni tidak memungkiri adanya sejumlah surat suara yang tertukar. Dia berdalih, hal itu terjadi lantaran waktu yang dimiliki KPU untuk menyiapkan logistik kelewat mepet. Terutama surat suara pemilihan anggota DPRD kabupaten. ‘’Karena datangnya molor. H-2 baru tercukupi semua,’’ ungkapnya, Rabu (17/4).

Lantaran mepet, lanjut dia, begitu surat suara untuk pemilihan anggota DPRD kabupaten tiba langsung dilakukan pelipatan dan dikirim ke panitia pemilihan kecamatan (PPK). ‘’Jadi, wajar kalau ada yang tertukar. Tapi, semua sudah terselesaikan, sudah ditangani teman-teman PPK masing-masing,’’ ujar Toni, sapaan akrab Syamsul Wathoni.

TPS yang diwarnai adanya surat suara tertukar kemarin di antaranya TPS 03 Desa Mangunharjo, Ngawi. Kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) setempat menemukan delapan surat suara pemilihan anggota DPRD kabupaten tertukar dengan surat suara dapil 6 Pacitan. ‘’Langkah PPK tadi (kemarin, Red) menarik surat suara yang tertukar itu dan mencukupinya dengan sisa surat suara dari TPS terdekat,’’ jelasnya.

Hal serupa dilakukan KPU menyikapi surat suara tertukar di salah satu TPS Kecamatan Sine. Di TPS itu, kata Toni, ada sekitar 30 surat suara yang tertukar dapil. Seharusnya untuk wilayah Kecamatan Sine mencoblos anggota DPRD Ngawi dapil 4, namun surat suara yang diterima dapil 1. ‘’Karena yang di Sine sudah telanjur dicoblos, akhirnya kami panggil pemilihnya untuk mencoblos ulang surat suara yang benar,’’ tuturnya.

Toni mengklaim langkah yang dilakukannya itu sudah benar. Yakni, mengacu Peraturan KPU (PKPU) Nomor 3 Tahun 2019 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara dalam Pemilu. Kendati tidak secara detail menerangkan kronologinya, menurut dia, jika terjadi permasalahan khusus seperti di Sine itu pihaknya diperbolehkan membongkar kotak suara. ‘’Kebetulan surat suara yang tertukar itu diketahui pas di awal, jadi tahu siapa pemilih yang mencoblos. Kami panggil lagi dan diminta mencoblos surat suara yang benar,’’ paparnya.

Namun, lanjut Toni, jika saat proses penghitungan kelak ditemukan lagi surat suara yang tertukar tidak akan dilakukan langkah serupa. Melainkan tetap menghitung surat suara yang tertukar dapil itu sebagai suara yang sah untuk partai. Sedangkan untuk calon anggota legislatif (caleg) yang dicoblos tidak dihitung.

Ketua Bawaslu Ngawi Abjudin Widyas Nursanto membenarkan adanya beberapa permasalahan saat proses pemungutan suara di sejumlah TPS itu. Dia menyebut, hingga kemarin sore pihaknya menerima beberapa laporan dari panitia pengawas pemilu kecamatan (panwascam) terkait temuan-temuan tersebut. ‘’Tapi data validnya belum bisa kami sampaikan, karena masih menunggu untuk direkap,’’ jawabnya saat ditanya soal wilayah mana saja yang bermasalah.

Namun, soal surat suara tertukar, Abjudin memiliki pandangan lain. Menuturnya, jika terjadi permasalahan seperti itu, ketua KPPS mengumpulkannya dan menghitungnya. Lalu, dilaporkan sebagai surat suara tidak terpakai serta dicatat dalam formulir C2 KPU. Langkah itu sesuai Surat Edaran (SE) Bersama Bawaslu dan KPU Nomor 4 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pemungutan dan Penghitungan Suara di TPS.

Sementara itu, pantauan Radar Ngawi di TPS 03 Desa Mangunharjo yang sejumlah surat suaranya tertukar dengan dapil 6 Pacitan, proses pemungutan suara sempat terhenti beberapa saat. Setelah pihak KPPS berkoordinasi dengan PPS desa setempat, coblosan dilanjutkan dan surat suara yang tertukar diganti dengan yang semestinya digunakan. ‘’Sudah kami laksanakan sesuai petunjuk dan arahan KPU,’’ kata Supono, ketua KPPS setempat. (tif/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here