Puluhan Siswa SMPN 3 Magetan Alami Histeria Masal

261

MAGETAN – Mencekam suasana di SMPN 3 Magetan kemarin (21/1). Puluhan siswa berteriak histeris sambil menangis. Mereka pun dibaringkan di dua ruangan terpisah. Para guru dan siswa lainnya tampak menenangkan siswa yang berteriak ketakutan tersebut. Ada yang dijemput orang tuanya. Ada pula yang diantar guru menggunakan mobil, sepeda motor, hingga becak. Lemas dan harus dipapah.

Hemi, salah seorang wali murid, tampak kebingungan saat menjemput anaknya di depan sekolah. Dia tak tahu-menahu apa yang terjadi. Dia hanya mendapat kabar dari putrinya agar lekas menjemputnya. Padahal, jam belum menunjuk pukul 09.00. Bergegas dia menyalakan sepeda motor. ‘’Saya hanya diminta menjemput,’’ katanya.

Salah seorang wali murid lainnya yang enggan dikorankan namanya juga tampak bingung di depan sekolah. Anaknya yang keluar dari sekolah itu masih menangis. Saat ditanya, si anak hanya menjawab takut dan ingin pulang. Si ibu semakin bingung. Seorang guru di halte tak memberi jawaban kenapa anaknya ketakutan hingga menangis tersebut. ‘’Saya bawa pulang dulu saja. Saya juga kepikiran ada apa,’’ ujarnya.

Para siswa tampak bergerombol pula di depan sekolah. Di halte depan sekolah, menunggu orang tua yang menjemput.

Yuvikan, siswa kelas VIII, mengatakan bahwa banyak teman sekolahnya yang kesurupan. Mereka berteriak histeris ketakutan. Sehingga, pihak sekolah memulangkan semua siswa, tanpa terkecuali. Kebanyakan, siswi yang berteriak histeris. Di luar itu, satu-dua siswa. ‘’Dipulangkan semua,’’ katanya.

Kejadian itu, kata Yuvikan, bermula saat berlangsung upacara bendera. Mulanya, upacara hari Senin itu berjalan seperti biasa. Biasa pula, jika ada siswa yang keluar dari barisan karena sakit. Namun, pagi itu tampak janggal. Ketika ada siswa yang sakit dan harus dibawa keluar dari barisan. Tiba–tiba, ada dua siswa yang berteriak-teriak ketakutan. Hingga siswa lainnya pun ikut-ikutan berteriak. ‘’Merembet ke siswa lainnya. Ada sekitar 20-an siswa dan guru yang berteriak,’’ ungkapnya.

Sayang, pihak sekolah tidak memberi jawaban saat dikonfirmasi. Awak media yang berusaha mengambil gambar peristiwa histeria massa itu pun diusir. Gerbang sekolah ditutup oleh guru. Ada pula siswa yang menghalangi proses peliputan tersebut. (bel/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here