Ponorogo

Puluhan Ribu Petani Resah Belum Kantongi KT untuk Membeli Pupuk Bersubsidi

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Realisasi kartu tani (KT) di Ponorogo lelet. Hingga kini puluhan ribu petani belum mengantonginya. Padahal, pemerintah dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sepakat mewajibkan penggunaan KT dalam pembelian pupuk bersubsidi.

Awalnya direncanakan berlaku per 1 September 2020. Namun, pemerintah menerapkan relaksasi kebijakan tersebut sampai tahun depan. ‘’Ada instruksi pembelian pupuk subsidi harus menggunakan kartu tani. Ini sudah ramai di masyarakat,’’ kata Wakil Ketua Komisi B DPRD Ponorogo Ribut Riyanto Rabu (2/9).

Sebanyak 109.996 petani sudah terdata dalam sistem elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok (e-RDKK). Namun, baru 78.975 petani yang sudah mengantongi KT. Sementara, kartu untuk 22.248 petani masih diproses. Pun masih ada 8.035 data petani yang harus diperbaiki ulang. ‘’Padahal program kartu tani ini sejak 2017,’’ sebutnya.

Ribut kemarin mengikuti rapat koordinasi dengan dinas pertanian, ketahanan pangan, dan perikanan (dipertahankan); produsen dan distributor pupuk; serta perbankan. Menurut dia, petani mulai resah lantaran belum mendapat KT. ‘’Mereka harus segera diberi solusi agar tidak timbul permasalahan,’’ tuturnya.

Kepala Dipertahankan Ponorogo Andi Susetyo mengatakan, kebijakan penggunaan KT dalam pembelian pupuk subsidi sebagai upaya penertiban. Supaya petani efektif dalam membeli dan menggunakan pupuk subsidi sesuai e-RDKK. ‘’Di e-RDKK akan muncul rekomendasi sesuai kebutuhan. Itu acuan bagi petani dalam membeli pupuk,’’ jelas Andi.

Disinggung penyaluran KT yang lemot, Andi mengklaim sudah berupaya menindaklanjuti ke Kementerian Pertanian. Kabar terbaru, penyaluran akan dikebut sampai bulan depan dengan menggandeng perbankan. Sampai kebijakan KT resmi berlaku, acuan pembelian pupuk subsidi tetap menggunakan e-RDKK. ‘’Sementara, untuk petani yang belum masuk e-RDKK bisa ikut pengusulan 2021,’’ ujarnya. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close