Puluhan Pelajar Antusias Ikuti Program Student Journalist

142

MAGETAN – Belajar jurnalistik itu asyik. Apalagi lokasinya di kawasan wisata. Bisa praktik langsung teknik fotografi hingga wawancara dengan pengelola. Pengalaman menarik itu dirasakan puluhan peserta Literasi Media bareng Jawa Pos Radar Madiun di objek wisata Dam Jati kemarin (30/1).

Apa saja keseruannya? Para peserta mendapat wawasan seputar pengelolaan wisata Dam Jati mulai dari nol sampai sekarang dari Kepala Desa Goranggareng Taji Tatak Pancono Utomo. Selain itu, pengetahuan seputar literasi dari Joko Maryanto. Sedangkan untuk urusan jurnalistik, langsung dari Pemimpin Redaksi Radar Madiun Ockta Prana Lagawira. ’’Kami ada majalah sekolah, apa yang disampaikan seputar ilmu jurnalistik sangat membantu dan bermanfaat,’’ kata Bayu, perwakilan dari SMAN 1 Karas, Magetan.

Hampir tiga jam para peserta Literasi Media berfokus mendapat penjelasan dari narasumber. Berikutnya, ada sesi praktik menulis berita hingga liputan di kawasan wisata tersebut. Pemimpin Redaksi Radar Madiun Ockta Prana Lagawira mengatakan, ada konten khusus di radarmadiun.co.id (website Radar Madiun) bagi para peserta diklat jurnalistik. ’’Semua bisa dimanfaatkan peserta diklat. Untuk di Magetan ini angkatan II dari program Student Journalist Jawa Pos Radar Madiun,’’ ujar Ockta.

Untuk angkatan I berasal dari pelajar SMP-SMA dan sederajat di Kota Madiun. Ke depan program akan terus berlanjut ke kabupaten lainnya di eks Karesidenan Madiun. Bukan hanya pelajar, program ini bisa dimanfaatkan untuk pemerintah desa (pemdes). Yakni, dengan mengirimkan perwakilannya untuk mengikuti diklat jurnalistik. ’’Siapa pun punya kemampuan untuk mewartakan. Tapi, yang sesuai kaidah jurnalistik tentu harus belajar. Kami sediakan ruang (diklat) itu,’’ tutur pria asal Desa Tegalarum, Kecamatan Bendo, Magetan, tersebut.

Joko Maryanto dari perwakilan tim Literasi Hujan Buku Magetan menyebut pentingnya kegiatan tersebut. Sebab, literasi saat ini menjadi fokus pemerintah untuk peningkatan mutu pendidikan. Dia mengapresiasi kepedulian Jawa Pos Radar Madiun terhadap literasi. Menurutnya, program tersebut mampu menambah wawasan terkait dunia media. ’’Ada banyak proses yang harus dilalui dalam menyuguhkan sebuah berita. Jadi, literasi tidak hanya dalam bentuk buku, tapi masih banyak literasi yang lain,’’ paparnya.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Desa Goranggareng Taji Tatak Pancono Utomo untuk Jawa Pos Radar Madiun. Tatak menyambut positif kegiatan yang bertema Literasi Media tersebut. Hal itu sejalan dengan konsep yang diusung pemerintah desanya sebagai destinasi lokasi wisata literasi. ’’Konsep ini kami pusatkan di lokasi Dam Jati. Di sini ada sedikitnya tujuh inspirasi literasi yang bisa menjadi acuan para pelajar dalam menambah wawasan tentang lingkungan sekitar,’’ katanya.

Project Officer Literasi Media dari Jawa Pos Radar Madiun Nanang Eko Pratomo menambahkan, masih ada kesempatan bagi para pelajar di Magetan mengikuti diklat yang sama. Dalam beberapa bulan ke depan akan dibuka pendaftaran. Tak hanya di Dam Jati, lokasinya bisa di tempat wisata lain yang ada di Magetan. ’’Bukan sekadar diklat, masing-masing dari angkatan nantinya terus kami pandu untuk mengirimkan karya-karyanya. Akan ada agenda kumpul bersama juga. Jadi, program Student Journalist ini sangat menarik,’’ ungkapnya. (rgl/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here