Puluhan Pedagang Masih Bertahan di Pasar eks Stasiun

163

PONOROGO – 50 pedagang pasar eks stasiun belum boyongan ke pasar sementara. Mereka yang tercecer dari 2.026 pedagang dari tiga simpul itu masih berjualan di pasar eks stasiun. ‘’Pedagang seharusnya menepati kesepakatan relokasi. Tidak boleh lagi berjualan di sini (pasar eks stasiun, Red),’’ kata Kasatpol PP Supriyadi kemarin.

Temuan satpol PP, puluhan pedagang eks stasiun masih kekeh berjualan sampai lewat batas relokasi, Minggu (6/1). Korps penegak perda pun akhirnya melakukan penindakan persuasif. ‘’Temuan dari hasil pantauan, kami jadikan bahan untuk penindakan,’’ ujarnya.

Supriyadi mulai menyiagakan personelnya di pasar eks stasiun sejak dini hari kemarin (8/1) sedari pukul 01.00-02.00. Pedagang yang berjualan di bahu jalan dan trotoar diminta angkat kaki dari Soekarno Hatta. Hingga pukul 08.00 kemarin, korps penegak perda masih bersiaga di seputaran eks stasiun. ‘’Situasi masih cukup crowded (sampai pukul 08.00), perlu dibantu satlantas dan dishub untuk mengurai kepadatan lalu lintas di jalan,‘’ terang Supriyadi.

Ditanya bagaimana reaksi jika persoalan terus muncul di eks stasiun, Supriyadi berjanji tidak sekali melakukan penindakan. Langkah tegas penertiban akan terus dilakukan jika kelak masih ada yang nekat berjualan di aset milik PT KAI tersebut. Memang, diakui Supriyadi, sejumlah pedagang urung boyongan dengan dalih persiapan relokasi belum selesai. ‘’Sempat saya tanya. Alasan mereka, persiapan belum selesai. Kami pastikan akan terus di sini menindak,’’ tuturnya.

Supriyadi menjanjikan terus menyiagakan minimal 25 personel satpol PP untuk berjaga di eks stasiun. Penegasan tersebut perlu dilakukan untuk menegakkan kesepakatan relokasi dari tiga simpul pasar ke pasar sementara. Pun, Supriyadi menyebut pasar eks stasiun ilegal. ‘’Sesuai kesepakatan, semua relokasi ke pasar sementara. Di samping, izin usaha pengelolaan pasar tradisional di pasar sementara ini juga belum dikantongi,’’ ujarnya. (naz/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here