Pacitan

Puluhan Orang Masuk Tracing Cepat, Belasan Di-Swab

Tiga Kasus Baru Klaster Abu-Abu

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Pelacakan warga yang pernah kontak erat dengan pasien ke-21 dipercepat. Karena tim tracing juga diburu waktu untuk mencegah agar penularan Covid-19 tidak semakin meluas. Apalagi sebelum dinyatakan positif virus korona pada Selasa lalu (23/6), yang bersangkutan sempat menggelar kenduri di rumahnya di Desa/Kecamatan Sudimoro.

Jubir Tim Gugus Tugas Penanggulangan (TGTP) Covid-19 Pacitan Rahmad Dwiyanto mengatakan, sejak Rabu (24/6) tracing telah dilakukan oleh dinas kesehatan (dinkes) secara dua arah. Yaitu di lingkungan rumah dan tempat kerja pasien ke-21.

Hanya, TGTP belum bisa memerinci hasil penelusuran itu. Prosesnya masih berlangsung. Dalam upaya tersebut, tim tracing membawa puluhan alat rapid test dan pengambilan spesimen swab test. ‘’Ada puluhan orang yang sudah di-rapid dan di-swab. Termasuk di antaranya anak laki-laki pasien. Hasil rapid-nya nonreaktif, sehingga tinggal menunggu swab-nya,’’ terang Rahmad.

Kepala diskominfo itu menduga, sebelum dinyatakan positif Covid-19 pasien ke-21 sempat melakukan kontak dengan banyak orang. Pihaknya masih coba menelusuri lebih jauh. ‘’Kami minta warga yang merasa pernah melakukan kontak fisik dengan pasien positif tersebut kooperatif menjalani pemeriksaan kesehatan,’’ ujarnya.

Di sisi lain, potensi persebaran Covid-19 juga bisa muncul dari pasien ke-19 asal Desa/Kecamatan Ngadirojo. Sebab, TGTP mencatat sebanyak 30 orang pernah melakukan kontak fisik dengan pasien yang sudah meninggal pada Sabtu lalu (20/6) itu. Seluruhnya telah menjalani rapid test. Bahkan, empat di antaranya diambil spesimennya untuk di-swab.

Hal serupa juga terjadi pada pasien ke-20 asal Desa Menadi, Kecamatan Pacitan. TGTP Covid-19 Pacitan menyebut bahwa yang bersangkutan telah melakukan kontak fisik dengan banyak orang. Lima orang di antaranya harus menjalani swab test. ‘’Saat ini kita ada 10 (spesimen) swab yang belum keluar hasil pemeriksaannya,’’ ungkap Rahmad.

Pihaknya belum bisa memastikan dari klaster mana tiga kasus terakhir tersebut. ‘’Yang jelas, mereka bukan dari klaster yang sudah ada saat ini di Pacitan,’’ tegasnya. (gen/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close