Puluhan Juta Uang Budi Tersedot Akun Virtual tanpa Konfirmasi

83
MENCARI KEADILAN: Budi menunjukkan bukti pelaporan di bank atas hilangnya uang puluhan juta dari tabungannya, di Polres Ponorogo.

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Setyo Budiono meradang. Dalam 15 menit, uang di tabungannya melayang. Setengah jam setelah dia menerima telepon dari ’’petugas bank’’, pukul 11.11 Selasa (13/8).

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo itu kehilangan Rp 20 juta. ‘’Ada telepon yang mengaku dari BRI. Penelepon meminta saya menyebutkan m-token,’’ kata Budi.

Sore harinya, Budi langsung mendatangi kepolisian resor setempat guna melaporkan kejadian tersebut. Dia tak dapat menyembunyikan kerisauannya kala mengadukan perkara ini ke sentra pelayanan kepolisian terpadu (SPKT). Puluhan juta yang disedot ’’petugas bank’’ dari ATM-nya itu adalah tabungan pendidikan tinggi bagi kedua anaknya. ‘’Ini untuk biaya kuliah kedua anak saya,’’ ujarnya.

Budi mengurutkan kembali kronologi penipuan yang dialaminya. Mulanya, dia menerima telepon di tengah pekerjaan. Sang penelepon memintanya untuk membuka pesan singkat dari bank. Kala itu, Budi memang menerima pesan dari bank yang isinya adalah kombinasi angka m-token dari akun internet banking miliknya. Hanya beberapa menit setelahnya, Budi ditelepon kembali oleh orang yang sama, lalu diminta menyebutkan angka-angka yang dia terima pada SMS tersebut. Dia bahkan sempat menyebutkan angka yang diminta itu dengan asal-asalan lantaran masih disibukkan dengan kegiatan kedinasan. Setelah Budi menutup telepon, dia masih dihubungi beberapa kali oleh si penelepon tersebut. ‘’Saya ditanya angka-angka di SMS itu. Saat ditelepon, saya sedang ada kegiatan. Jadi, tidak terlalu konsentrasi,’’ ungkapnya.

Ketika kembali dari kantornya, Budi dikejutkan notifikasi transaksi dari internet banking miliknya. Satu kali transaksi senilai Rp 10 juta. Kali kedua, besarannya sama. Di notifikasi, tertera jika uang Rp 20 juta itu merupakan transaksi top-up untuk sebuah akun virtual BRI (BRIVA). ‘’Padahal saya tidak melakukan transaksi itu,’’ tegasnya.

Budi lantas bergegas melapor ke kantor unit bank tersebut. Pihak bank berjanji meneruskannya ke kantor pusatnya. Budi juga diminta terus aktif mengecek proses pengusutan atas kasus raibnya duit di rekeningnya itu. ‘’Saya berharap tabungan bisa kembali,’’ ucapnya.

Radar Ponorogo kemarin mencoba mengonfirmasi perihal raibnya uang tabungan Budi ke Kantor Cabang (KC) BRI Ponorogo, bank tempat dia menabung. Namun, saat ditemui kemarin, pihak bank enggan memberikan pernyataan resmi. Di lain pihak, Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Maryoko masih mendalami laporan Budi. Pelapor akan dipanggil kembali dalam waktu dekat untuk melengkapi keterangan dan sejumlah berkas. (naz/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here