Terdampak Kekeringan, Puluhan Hektare Padi Gagal Panen

56
GAGAL PANEN: Seorang petani memandangi tanaman padi di sawahnya yang mengering akibat kurang pasokan air.

NGAWI – Alam sedang tidak bersahabat. Memasuki musim kemarau, puluhan hektare sawah di Desa Tanjungsari dan Soco, Jogorogo, mengalami kekeringan. Sedikitnya 20 hektare padi dipastikan gagal panen. Dalam kondisi normal, lahan seluas itu mampu menghasilan sebanyak 160 ton gabah kering. ‘’Air mulai langka sejak empat bulan lalu,’’ kata Sunardi, salah seorang petani Tanjungsari, Senin (17/6).

Kelangkaan air irigasi tanaman padi berubah menjadi kuning kecokelatan. Pun, petani dihantui kerugian besar. Pasalnya, mereka telah mengeluarkan biaya tanam tidak sedikit. ‘’Untuk seperempat hektare sawah milik saya habis Rp 1,5 juta. Itu belum termasuk biaya pupuk,’’ ungkapnya.

Sunardi dan petani sudah melakukan merogoh kocek untuk mendapatkan pasokan air hingga ke luar desa. Namun, tidak membuahkan hasil. Mereka kini hanya bisa pasrah menyikapi kondisi tersebut. ‘’Terpaksa dikasihkan sapi (padi yang mengering, Red,’’ imbuhnya.

Padi yang mengalami kekeringan, lanjut dia, berusia dua sampai empat bulan. Ada yang baru njebul, ada juga yang baru bertambah rumpunnya. Kendati begitu, semuanya dipastikan gagal panen akibat kekurangan air. ‘’Bisa panen separonya saja sudah bagus,’’ ujarnya.

Sunarto, petani Desa Soco, mengalami nasib serupa. Sedikitnya 10 hektare lahan padi di desanya juga terdampak kekeringan. ‘’Dua kali kekeringan seperti ini. Tapi lebih parah ini daripada musim kemarau sebelumnya,’’ ujar Sunarto kepada Radar Ngawi.

Sunardi menduga, selain faktor musim kemarau, kelangkaan air untuk irigasi pertanian juga tidak terlepas dari keberadaan pengambilan air untuk perusahaan daerah. ‘’Sumber air disedot, sungai jadi semakin kecil,’’ sebutnya.

Sunarto tidak menampik bahwa penyedotan air itu untuk kepentingan orang banyak. Kendati demikian, dampak negatifnya area persawahan di desanya tidak kebagian jatah air irigasi. ‘’Inginnya dibuatkan sumur bor. Kalau petani, jelas tidak mampu biayanya,’’ ujarnya. (den/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here