Ponorogo

Pulangkan Artefak Gua Lawa di Belanda

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Seandainya dua arkeolog Belanda tak ekskavasi terlebih dahulu, artefak yang dapat ditemukan di Gua Lawa mungkin lebih banyak.

Sebab, L.J.C Van Es (1926) dan Van Stein (1928-1931) tak sekadar melakukan penggalian. Temuan-temuan purbakala dari dalam gua itu lantas dibawa ke negaranya di Belanda. Penggalian besar di masa kolonialisasi itu seolah meninggalkan lubang besar dalam sejarah manusia purba di Gua Lawa. ‘’Dipilih yang bagus-bagus lantas dibawa ke Museum Leiden,’’ kata Djatmiko, koordinator periset dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Balitbang-Kemendikbud, dihubungi Radar Ponorogo Kamis (17/10).

Pakar sejarah sempat menemukan literatur berbahasa Belanda yang menguraikan fakta kedatangan kedua arkeolog tersebut. Penggalian pertama oleh L.J.C Van Es dilanjutkan Van Stein dengan penggalian sedalam 14 meter dari permukaan gua. Penggali kedua itulah yang menemukan delapan kerangka manusia purba (ras australomelanosoid). Cirinya, rahang-gigi besar dengan tulang wajah tegas dan garis alis yang menonjol. ‘’Mereka berasal dari periode preneolitik (mesolitik). Saat itu sudah mengenal tradisi penguburan dengan posisi terlipat,’’ terangnya.

Menurut Djatmiko, kontur lapisan Gua Lawa yang terlihat sekarang ini tak lepas dari bagian populasi mongoloid. Ras manusia purba yang lebih dulu tinggal di Gua Lawa sebelum ras australomelanosoid. ‘’Semua temuan penting yang kini di Belanda itu sebenarnya bisa dipulangkan ke Indonesia. Lewat diplomasi G2G (government to government, Red),’’ pungkasnya. (dil/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
close
PENGUMUMAN
Close