Pujasera Stadion Yosonegoro Jadi Pusat Perekonomian Baru

53

MAGETAN – Pujasera Stadion Yosonegoro menjadi spot perekonomian baru warga Magetan. Perputaran uang di tempat itu mencapai Rp 60 juta setiap harinya selama Ramadan. Total ada sekitar 70 pedagang yang menjual kudapan berbuka puasa di tempat  tersebut. ‘’Modal yang dikeluarkan pedagang berkisar antara Rp 500 ribu–Rp 700 ribu. Sementara, keuntungan yang didapat bisa mencapai 30–40 persen,’’ kata Plt Kepala Disperindag Magetan Sucipto Rabu (15/5).

Dia menambahkan keberadaan pujasera itu juga mendongkrak pendapatan 12 orang juru parkir (jukir). Sehingga dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat. Baik itu pedagang maupun jukir. ‘’Pujasera itu memang menjadi agenda tahunan kami selama Ramadan,’’ ujarnya.

Sucipto mengatakan pujasera itu beroperasi mulai pukul 17.00 hingga pukul 20.00. Keberadaannya dianggap ekonomis. Karena bisa meningkatkan kreativitas dan industri UMKM warga. ‘’Masyarakat sangat antusias dengan keberadaan pujasera ini,’’ katanya.

Menurutnya, hal itu dibuktikan dengan jumlah pedagang pujasera yang terus bertambah. Dari sebelumnya hanya sekitar 20 pedagang pada saat awal puasa, sekarang sudah ada sebanyak 70 pedagang yang menggelar lapak mereka di Pujasera Stadion Yosonegoro. ‘’Kami mengapresiasi pedagang. Mereka bersedia diajak babad alas membuka pujasera di stadion ini,’’ ungkapnya.

Selain itu, pedagang tidak harus mengeluarkan banyak duit untuk membuka stan di lokasi pujasera. Mereka hanya cukup mengeluarkan uang Rp 2 ribu untuk keperluan biaya listrik dan kebersihan sampah. ‘’Pengelolaannya dilakukan oleh pedagang,’’ terang Sucipto.

Melihat antusiasme masyarakat, pihaknya berniat menambah lokasi pujasera pada Ramadan tahun depan. Dengan begitu, banyak pedagang yang bisa ditampung. Tentunya diharapkan perputaran ekonomi di lokasi tersebut makin besar. ‘’Karena ini manfaatnya sangat kelihatan bagi perekonomian masyarakat,’’ tandas Sucipto. (bel/her/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here