Puas meski Tersiksa Tanjakan dan Panas

172

PENYELENGGARAAN Karismatik Cycling Community 2019 yang merambah tiga daerah sekaligus mendapat apresiasi dari para cyclist. Partisipan merasa puas dengan pelayanan panitia serta rute yang variatif.

Dwi Wijayantoro adalah salah satunya. Cyclist asal Karanganyar itu mengungkapkan ajang bersepeda KCC ini sangat fantastis. Serta pelayanan pitstop selama di Masjid Akhlakul Karimah Kubah Mas, Sidorejo juga memuaskan. ’’Ini saya jadikan sebagai ajang pemanasan sebelum mengikuti cycling di Bromo. Sangat puas, petugas kesehatan juga tanggap,’’ ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan cyclist dari Blitar, Agung Pribadi. Menurutnya, selama menempuh perjalanan ada hal yang menantang. Seperti saat menuju ke finis King of Mountain (KOM) di sekitar Telaga Sarangan, Plaosan. ’’Ketika masuk Km 59, tanjakan mulai menukik dan jalannya mulai menyempit, itu yang membuat saya semakin tertantang,’’ tuturnya.

Selepas start, peserta menempuh jarak 23,1 km berkeliling jalanan Kota Madiun. Peserta kemudian diajak menyusuri jalanan pedesaan antara Kabupaten Madiun–Magetan sepanjang 27,7 km. Memasuki Magetan Kota, jalanan mulai menanjak. Dari Jalan Bupati Sudibyo sampai menuju ke pitstop di Masjid Akhlakul Karimah Kubah Mas, Sidorejo.

Meski baru awal, tapi tanjakannya cukup menyakitkan. Dengan gradien maksimal sampai 18 persen, tanjakan di Jalan Raya Raya Magetan-Plaosan itu mampu membuat para peserta yang tak terbiasa bertumbangan. Di sinilah peloton mulai terpecah sebelum masuk pitstop. ’’Rutenya bagus, tapi tanjakannya cukup melelahkan. Untung, masih ada pemandangan bagus,’’ ucap AKBP Ruruh Wicaksono, Kapolres Madiun yang ikut gowes bersama dengan Kasatlantas Polres Madiun Kota AKP Affan Priyo Wicaksono kemarin (9/3).

Di pitstop, peserta beristirahat hingga pukul 10.30 dan bersiap melanjutkan perjalanan sepanjang 9,4 km menuju finis KOM sebelum pintu masuk Telaga Sarangan. Rute di etape bisa dibilang jalur neraka. Kombinasi tanjakan, cuaca panas menyengat dengan temperatur mencapai 31 derajat celsius, plus angin yang berembus cukup kencang membuat puluhan peserta menyerah dan memilih loading. Tanjakan memang tidak terlalu panjang, tapi temperatur yang panas membuat para peserta kelelahan. ’’Panas sekali cuacanya. Saya pikir adem, ternyata wow, tapi akhirnya finis. Ini baru pertama ke Sarangan,’’ ujar Novita Lestari, peserta KCC yang baru saja pulang dari Thailand mengikuti event triatlon.

Kendati demikian, masukan juga diberikan kepada cyclist kepada panitia KCC. Terutama tentang jarak tempuh yang dirasa kurang. Ke depan, dirinya berharap panjang rute minimal 100 Km, dengan berbagai variasi rute. ’’Radar Madiun pernah beberapa kali menggelar event dengan rute 100 Km, semoga tahun depan bisa sama,’’ ungkap Tatang Hariyanto, cyclist asal Sidoarjo. (mgd/her/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here