PT KAI Pungkasi Kontrak Koperasi

146

PONOROGO – Ibarat benang kusut yang sedang coba diurai, penyelesaian pasar sementara plus relokasi pedagang dari tiga simpul pasar juga berpengaruh pada penuntasan persoalan lain. Yakni, aset eks stasiun PT KAI yang selama ini didiami ratusan pedagang. Seiring bermasalahnya koperasi Pandhu Artha Nugraha Jaya, penyewa sah aset tersebut, PT KAI memastikan kontrak tidak akan diperpanjang per 31 Desember. ‘’Setelah itu, masih akan disewakan,’’ kata Manajer Humas PT KAI Daop VII Madiun Ixdan Hendriwintoko kemarin (28/12).

Saat ini terdapat sedikitnya 306 pedagang yang tumpah ruah berjualan di eks stasiun. Mereka sebelumnya dinaungi koperasi Pandhu Artha Nugraha Jaya yang notabene dipimpin seorang PNS berinisial M. Sejak setahun terakhir, muncul persoalan sewa-menyewa antara pihak koperasi dengan pedagang. Hal itu berujung pada kebijakan pemkab yang mengusulkan pembekuan koperasi kepada pemerintah pusat. PT KAI ikut merespons dengan tidak memperpanjang kontrak sewa yang habis di akhir bulan ini. ‘’Kontraknya (koperasi Pandhu Artha Nugraha Jaya, Red) tidak akan diperpanjang, habis 31 Desember,’’ ujarnya.

Lantas, apa langkah berikutnya dari BUMN jasa perkeretaapian itu? Menurut Ixfan, pihaknya akan mengkaji terlebih dahulu mengenai kondisi di lapangan. Memastikan apakah terdapat bangunan liar di luar perjanjian kontrak dengan pihak koperasi. Jika ada, akan ditertibkan terlebih dahulu. ‘’Lagipula, kontrak itu bersifat rahasia antara bagian pengelolaan aset PT KAI dengan penyewa. Jadi, belum bisa dikatakan ada bangunan liar atau tidak di sana,’’ tuturnya.

Berikutnya, kata Ixfan, PT KAI tetap akan menyewakan aset bekas Stasiun Ponorogo itu kepada masyarakat umum. Selama ini, PT KAI tidak terlalu membatasi tujuan penyewaan aset. Apakah akan digunakan untuk kepentingan usaha atau bukan. Yang jelas semua itu akan dituangkan dalam perjanjian kontrak, sama seperti yang telah berjalan dengan koperasi Pandhu Artha Nugraha Jaya. ‘’Pada prinsipnya, PT KAI selalu berupaya proporsional dalam menyewakan aset. Akan digunakan untuk apa oleh pihak penyewa, nanti hal itu akan diikat dalam perjanjian kontrak sewa-menyewa,’’ terang Ixfan. (naz/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here