PT KAI Daop VII Minta Proyek Double Track Berhenti Sementara

94

MADIUN – Proyek pembangunan double track kereta api (KA) Madiun-Nganjuk terdampak momen Natal 2018 dan tahun baru 2019 (Nataru). Karena itu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop VII Madiun meminta Balai Teknik Perkeretaapiaan Wilayah Jawa Bagian Timur menghentikan sementara sejumlah pekerjaan pembangunan di area badan existing atau jalur lama. Tujuannya, mengantisipasi hal yang tidak diinginkan selama Nataru. ‘’Berlangsung 18 hari mulai 20 Desember 2018 hingga 6 Januari 2019,’’ kata Manajer Humas KAI Daop VII Madiun Ixfan Hendriwintoko kemarin (31/12).

Ixfan mengungkapkan, permohonan itu disampaikan lewat surat edaran yang dibuat 11 Desember lalu. Ada sejumlah hal yang melatarbelakangi. Pertama, menindaklanjuti turunnya surat Managing Director of Safety and Security sebulan sebelumnya. Isinya upaya peningkatan kesiapan menghadapi keadaan darurat mendukung angkutan Nataru. Selanjutnya, ada dua pertimbangan kuat mulai potensi munculnya hambatan perjalanan KA hingga terjadinya peristiwa luar biasa hebat (PLH) beberapa waktu lalu. ‘’Yaitu kecelakaan KA Sancaka di Km 215 Walikukun-Kedungbanteng di Ngawi April lalu,’’ ujarnya.

Kala itu, KA Sancaka celaka di perlintasan tanpa palang pintu Desa Sambirejo, Mantingan. Setelah menabrak truk trailer pengangkut material beton untuk proyek double track. Akibatnya, masinis tewas di lokasi kejadian dan asisten masinis menderita luka parah. Seluruh penumpang selamat meski sejumlah gerbong anjlok.

Ixfan menjelaskan, penghentian pekerjaan proyek tidak menyeluruh. Pihaknya hanya membatasi di jalur perlintasan KA saat ini. Misalnya, pemasangan wesel dan pembangunan jembatan. Karenanya, aktivitas lalu lalang kendaraan besar juga diminta berhenti sementara. Sedangkan kegiatan yang tidak bersinggungan dengan area tersebut masih tetap diperbolehkan. ‘’Kami tidak ingin ambil risiko. Gangguan sedikit saja bisa mengakibatkan keterlambatan kereta,’’ tegasnya.

Selain itu, pihaknya meminta penjagaan ekstra di sejumlah titik rawan kegiatan proyek. Fokusnya lokasi pembangunan pilar jembatan yang berdampingan dengan existing. Perlintasan untuk mobilitas proyek double track. Serta melengkapi safety line dan memasang spanduk imbauan berhati-hati saat melintasi perlintasan sebidang di area proyek nasional itu. ‘’Keamanan dan keselamatan perjalanan KA harus terjamin,’’ tutur Ixfan.

Sementara, Pengawas Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Timur Sudarto tidak mempermasalahkan permintaan KAI Daop VII. Dia menyadari terlalu berisiko bila ada aktivitas pembangunan di tengah hilir-mudiknya KA Nataru yang intensitasnya tinggi. Apalagi pekerjaan ruas Madiun-Walikukun masih terkonsentrasi di area jalur KA lama. ‘’Dihentikan total, termasuk ruas ke Nganjuk meski realisasinya sudah 90 persen,’’ katanya.

Sudarto mengklaim penghentian sementara tidak akan mengganggu progres pekerjaan. Sebab, sebelumnya telah diperkirakan pengerjaan mandek pada momen tertentu seperti Nataru. ‘’Setelah 6 Januari dilanjut lagi,’’ ucapnya. (cor/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here