PT JNK Halau Banjir dengan Karung Pasir

79

MADIUN – PT Jasamarga Ngawi Kertosono (JNK) memilih cara tradisional dalam mengantisipasi banjir susulan. Sepanjang 400 meter ruas Tol Solo-Kertosono ditumpuki ratusan karung pasir (sandbag).

General Manager Operasi dan Maintenance PT Jasamarga Ngawi Kertosono (JNK) Charles Lendra meyakini tumpukan sandbag cukup ampuh menghalau banjir. Setidaknya dalam jangka pendek sampai nanti ada penanggulangan permanen. ‘’Kami harap bisa direalisasikan sebelum lewat pertengahan tahun ini,’’ kata Charles kemarin (12/3).

Tanggul darurat yang dibuat Sabtu lalu (9/3) tidak memiliki spesifikasi khusus. PT JNK memilihnya karena praktis menahan air. Metode yang biasa untuk menangani tanggul sungai yang jebol. Konstruksi tanggul darurat itu meruncing dengan lebar bagian bawah sekitar dua meter. Terdiri tiga hingga empat karung. Tingginya sekitar 80 sentimeter. Sepanjang 400 meter di badan jalan yang bersebelahan langsung dengan bibir area persawahan. Panjangnya menyesuaikan titik kilometer yang Rabu lalu (6/3) tergenang air. ‘’Tidak sampai satu meter. Kalau terlalu tinggi kena air malah ambruk,’’ ujarnya.

Charles menyebut tinggi antara area persawahan dengan badan tol di Km 603–604 hanya satu meter. Batasan kelandaian terendah. Desain tersebut menyesuaikan kondisi tol yang berjarak sekitar satu kilometer dari exit tol Madiun. Sehingga, tidak memungkinkan bila dibuat tinggi karena berdekatan dengan akses keluar uang lebih rendah. Kendati demikian, dalam intensitas hujan normal, air diyakini tidak akan sampai menggenang hingga masuk dalam tol. Selain karena tanggul sandbag, ada drainase yang bisa membuang air hujan,’’ tuturnya.

Kalaupun kejadian Rabu pekan lalu terulang, PT JNK bisa kembali menerapkan contraflow. Rekayasa lalu lintas yang digagas bersama Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Jawa Timur kala itu dipandang berjalan lancar. Genangan air juga cepat surut hingga sistem contraflow tidak perlu diberlakukan sampai berhari-hari. ‘’Banjir tidak akan mengganggu lalu lintas tol. Jumlah pengguna juga tidak turun,’’ klaimnya kepada Radar Mejayan.

Sedikitnya 50 pekerja pembuat tanggul darurat. Kemarin sore terlihat sejumlah petugas mengeluarkan karung pasir itu dari pikap. Kemudian menatanya di tepi tol. Charles menyebut pembuatan tanggul menyisakan jarak 100 meter. ‘’Kalau tidak turun hujan, semestinya bisa selesai hari ini (kemarin, Red),’’ ucapnya. (cor/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here