Mejayan

PT GWI Kembali Berjanji setelah Mengingkari

Targetkan Dua Bulan Selesaikan Tanggungan

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – PT Global Way Indonesia (GWI) kembali mengumbar janji kepada warga Desa Ngampel, Mejayan, Kabupaten Madiun. Perusahaan produksi alat olahraga itu akan menyelesaikan dalam waktu dua bulan segala kesepakatan yang sebelumnya diingkari.

Sesumbar itu diutarakan dalam pertemuan dengan perwakilan warga, pemerintah desa (pemdes), dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di mako satpol PP Kamis (14/5). ‘’Untuk memenuhi kesepakatan, PT GWI butuh waktu lagi,’’ kata Kabid Penegakan Produk Hukum Daerah Satpol PP Kabupaten Madiun Danny Yudi Satriawan.

Danny mengungkapkan, berdasar hasil pertemuan, saluran air yang tertutup akses masuk pabrik bakal dikembalikan dengan membuat gorong-gorong. PT GWI juga akan menormalisasi saluran menuju belakang pabrik. Selain itu, melebarkan saluran yang sempit. ‘’Untuk gorong-gorong di akses masuk, PT GWI minta waktu satu minggu ke depan. Karena jalan masuk ke pabrik terbilang mudah dibongkar,’’ terangnya.

Selain drainase, PT GWI ternyata juga menjalin kesepakatan membangun akses jalan pertanian. Megecor bagian atas saluran air untuk dilintasi traktor atau mesin bajak sawah. Dalam dialog dengan warga, manajamen pabrik meminta waktu hingga dua bulan untuk menyelesaikannya. Warga sempat sangsi lantaran tempo itu cukup panjang. Mereka khawatir janji kembali diingkari. ‘’Pada akhirnya tetap disepakati rentang waktu itu. Pertimbangannya, daripada nanti kualitas cor yang dibuat tidak bagus karena buru-buru, kita ambil solusi tengahnya,’’ papar Danny.

Dia mengklaim keberadaan pabrik memang mengakibatkan banjir di sekelilingnya. Ketika hujan deras, rumah warga atau area persawahan terendam. Penyebabnya ada dua. Yakni, drainase sepanjang kurang lebih delapan meter di pinggir jalan diuruk dan ditutup paving sebagai akses masuk ke pabrik. PT GWI mengalihkan aliran air menuju belakang pabrik. Sayangnya, saluran itu terlalu sempit, sehingga air meluber. ‘’Di belakang pabrik itu merupakan pertemuan tiga saluran air dari desa-desa sekitar. Jadinya membeludak,’’ ungkapnya.

Satpol PP berjanji bakal terus memantau perkembangan kesepakatan penyelesaian masalah. ‘’Kalau tidak dipenuhi lagi, satpol PP akan bertindak lebih tegas sesuai peraturan yang berlaku,’’ ujar Danny.

Sementara itu, perwakilan PT GWI enggan dimintai keterangannya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close