PSM Madiun Perpanjang Rekor Unvictory

34

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Laga perdana putaran kedua Liga 3 Jatim antara PSM Madiun lawan Putra Sinar Giri FC Minggu (29/9) seharusnya bisa menjadi momen revans Banteng Wilis. Namun, kenyataannya tim besutan Siswanto itu justru tumbang 0-2 di kandang oleh tamunya dari Gresik tersebut.

Tapi, bukan itu yang menjadi bahan perhatian. Namun, ulah suporter yang memboikot pertandingan sore tersebut. Ya, sempat terjadi kesalahpahaman antara basis suporter MvB dengan manajemen PSM Madiun. Sehingga berujung aksi boikot pada babak pertama.

Pemicunya soal belum transparannya pihak manajemen terkait pendapatan tiket pertandingan. Para suporter juga sempat menerima informasi bahwa honor pemain belum dibayar. Sehingga, Purniawan dkk terkesan tampil kendor dalam beberapa laga terakhir.

Sebagai bentuk solidaritas, para suporter kemudian mengumpulkan uang yang sedianya akan mereka belikan tiket. Jumlahnya mencapai Rp 3,8 juta. Selanjutnya, uang itu mereka berikan kepada pemain dengan memaksa masuk ke Stadion Wilis saat interval babak kedua. ‘’Saya sempat dapat video call dari pemain yang cerita kalau gajinya diolor-olor,’’ kata Rendra Eka Kurniawan, koordinator suporter PSM Madiun. ‘’Awalnya, gajinya Rp 1,2 juta kemudian diolor-olor turun Rp 1 juta, sekarang tinggal Rp 700 ribu. Ini kan tidak baik bagi pemain,’’ imbuhnya.

Terpantau saat laga berlangsung, ratusan suporter meneriakkan yel-yel dari luar stadion. Mereka juga menyerukan kritik pedas terhadap manajemen. Suporter juga menggalang dana yang akan diberikan usai pertandingan. ‘’Kami dukung penuh para pemain. Tapi, manajemen harus sportif dan terbuka,’’ ujarnya.

Keluhan suporter itu ternyata didengar langsung oleh manajemen. Setelah pertandingan bubar, beberapa perwakilan dari kelompok suporter diundang untuk audiensi. Mereka ditemui langsung oleh Manajer PSM Madiun Hari Radte.

Dalam pertemuan singkat tersebut, Hari mengungkapkan bahwa ada kesalahpahaman informasi yang diterima oleh suporter sehingga berujung aksi boikot. Menurutnya, seluruh hak pemain sudah dilunasi oleh manajemen. Hal itu dibuktikan dengan kuitansi atau tanda terima pembayaran honor kepada pemain. ‘’Tadi (kemarin, Red) suporter masuk tanpa tiket, uang untuk beli tiket dikumpulkan, lalu diberikan kepada pemain. Karena dikira pemain belum digaji manajemen,’’ jelasnya.

Manajemen juga coba menjawab keluhan suporter soal grafik menurun PSM Madiun. Menurut Hari, pihaknya sebenarnya sudah berusaha untuk meningkatkan performa tim. Seperti menambah kekuatan saat jeda kompetisi serta melakukan beberapa evaluasi di jajaran internal pelatih.

Baginya, semua cara teknis sudah dilalui manajemen untuk mendongkrak penampilan PSM Madiun. Sekalipun dari hasil memang belum memuaskan. Oleh sebab itu, dia meminta suporter untuk terus mendukung PSM Madiun. ‘’Pada intinya, permasalahan sudah klir. Kita sudah dapat saling menerima,’’ ucapnya. (kid/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here