PSM Madiun: Dualisme Berakhir, Nono Rangkul Kubu Hari Radte

417

MADIUN – Beban berat dipikul Nono Djatikusumo selepas dikukuhkan sebagai ketua Askot PSSI Madiun. Salah satunya menghidupkan kembali PSM Madiun yang telah lama vakum.

Hanya saja, keinginannya itu menemui tembok tebal. Karena dalam proses pemilihan posisi ketua Askot PSSI Madiun, Nono tidak mengantongi suara secara mayoritas dari internal klub. Kepala Dispendukcapil itu hanya unggul tipis satu suara dari Hari Radte.

Meski begitu, Nono menegaskan telah mengajak bicara kubu Hari Radte. Dia menyadari, masalah yang ada tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Jalan terbaik untuk menyelesaikannya adalah dengan duduk bersama. ’’Saya tidak punya kepentingan sama sekali ketika dipercaya menjadi ketua Askot PSSI Madiun. Makanya, saya tidak ingin ada kubu-kubuan,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Madiun kemarin (13/12).

Sebagai gantinya, dia menunjuk Hari Radte menjadi sekretaris PSM Madiun. Dengan harapan, keinginan kubu lawan dapat terakomodasi. ’’Saya rangkul semua. Supaya tujuannya tetap satu, yaitu membangun PSM Madiun,’’ ujarnya.

Selain Hari Radte, pihak yang juga diajak bicara oleh Nono adalah Sulistyono. Sebagaimana diketahui, Sulis merupakan ketua PSM Madiun di luar versi tim yang dikelola oleh Pengcab PSSI Kota Madiun ketika masanya Bambang Irianto (BI). ‘’Alhamdulillah kubu yang berseberangan menyerahkan PSM Madiun kepada pengurus Askot PSSI Madiun yang terpilih,’’ ucap Nono.

Di samping itu, Nono memastikan pihaknya akan mengakomodasi seluruh klub sepak bola yang ada di Kota Madiun. Termasuk, klub profesional Madiun Putra FC (MPFC) dan Madiun United (MU) yang masih tercatat klub amatir. Perlu diketahui, dua tim tersebut -tanpa kecuali PSM Madiun- berpeluang ikut berkompetisi dalam Liga 3 Jatim. ’’Nanti akan kami akomodasi. Tapi, karena PSM Madiun merupakan tim perserikatan, jadi lebih kami prioritaskan,’’ terangnya.

Nono juga menjanjikan bakal menggulirkan kembali kompetisi internal PSM Madiun. Karena, menurut dia, kompetisi internal bisa menelurkan pemain-pemain berbakat.

Dengan kompetisi internal, pemain akan terus dipantau. Tim pemandu bakat pun bisa mengetahui rekam jejak dan perkembangan pemain, seperti bank data yang juga berguna meminimalkan kemungkinan kasus pencurian umur pemain. ’’Hal itu tentu membantu PSM Madiun karena bisa membentuk tim yang siap turun di berbagai kejuaraan kelompok umur,’’ jelas Nono. (her/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here