PSK Alumni Gude Masih Berkeliaran

1173

MEJAYAN – Angan-angan Pemkab Madiun menjadikan kabupaten ini zero pekerja seks komersial (PSK) dihadapkan rintangan berat. Selain kupu-kupu malam yang dulu mangkal di Wisma Harapan Wanita di Desa Teguhan, Jiwan, berkeliaran tidak terkontrol sejak ditutup lima tahun lalu. Sejumlah PSK tidak juga kera meski sudah terjaring razia satpol PP dan dibina oleh dinas sosial (dinsos). ‘’Memang butuh proses dan waktu,’’ kata Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kabupaten Madiun Krisna Setiyawan.

Menurut Krisna, keterampilan yang diberikan dinsos sebagai bekal keluar bisnis lendir belum sepenuhnya tepat sasaran. Soft skill yang diperoleh dirasa tidak memberikan jaminan penghasilan hidup layaknya menjadi PSK. Situasi tersebut memicu kembali menjajakan diri ke pria hidung belang. Buktinya, pihaknya memantau keberadaan mantan Gude di wilayah Dolopo, Jiwan, Pilangkenceng, dan Saradan. ‘’Bahkan ada yang terselubung,’’ ujarnya.

Beberapa PSK yang terjaring razia satpol PP adalah wajah lama yang pernah ditangkap sebelumnya. Mayoritas berasal dari luar Kabupaten Madiun. Di sisi lain, Krisna tidak memungkiri keterbatasan personel sebagai kendala merazia PSK. ‘’Strategi menggaruk PSK tidak mudah dan memang perlu beberapa tenaga,’’ katanya sembari menyebut idealnya ada 10 petugas untuk satu lokasi. (fat/cor)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here