Proyeksikan PAD 2020 Kabupaten Madiun Naik Rp 14 Miliar

31

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Kekuatan APBD 2020 Kabupaten Madiun bergantung dana transfer pemerintah pusat. Sementara pendapatan asli daerah (PAD) ditarget naik tipis dari tahun ini. Proyeksi APBD pun di rentang Rp 1,9 triliun seperti APBD 2019 induk. ‘’Targetnya bisa sampai Rp 2,1 triliun,’’ kata Sekdakab Madiun Tontro Pahlawanto Selasa (8/10).

Tontro menjelaskan, penyusunan Rancangan APBD (RAPBD) 2020 berpedoman pada Permendagri 33/2019. Pos pendapatan daerah yang dianggarkan harus terukur secara rasional dan memiliki kepastian hukum sesuai perundang-undangan. Serta harus mematuhi timeline penyusunan. Persoalannya, alokasi dana perimbangan definitif belum turun. Sehingga, menggunakan asumsi alokasi tahun berjalan. ‘’Dana perimbangan Rp 1,37 triliun,’’ ujarnya.

Duit ratusan miliar siap digelontorkan pemerintah pusat ke Kampung Pesilat. Menteri Keuangan Sri Mulyani telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor S-702/MK.07/2019 tentang Penyampaian Rincian Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa TA 2020. Dihimpun dari laman Dirjen Perimbangan Keuangan Keuangan, total alokasi yang didapatkan mencapai Rp 1,4 triliun dari enam sumber dana.

Perinciannya, dana alokasi umum (DAU) Rp 917,4 miliar; dana alokasi khusus (DAK) nonfisik Rp 173,2 miliar; dan DAK fisik Rp 83,7 miliar (selengkapnya lihat grafis). Beberapa alokasi mengalami penurunan dan kenaikan dibandingkan 2019. DAK nonfisik turun dari sebelumnya Rp 208,9 miliar dan DAU ditambah dari awalnya Rp 904,9 miliar. ‘’Kami lihat di DAU, DAK, dan DID-nya,’’ sebut Tontro.

Tontro menyatakan, upaya meningkatkan PAD terus dilakukan. Upayanya, mengurai potensi dari sumber tersebut. Serta mengintensifikasi penerimaan dari sumber pajak dan retribusi daerah. Sesuai nota keuangan RAPBD 2020, PAD ditarget sekitar Rp 214 miliar. Angka itu naik Rp 14 miliar dari APBD 2019 induk. ‘’Kami terus berusaha me-refresh PAD,’’ tuturnya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Madiun Suwandi berharap kekuatan APBD bisa terus meningkat dari tahun ke tahun. Bukan tetap, apalagi turun. Setidaknya bisa menyentuh Rp 2 triliun. Di sisi lain, peningkatan itu harus disokong sumber PAD yang besar. Bukan hanya bergantung pemerintah pusat. ‘’Harus digenjot lebih maksimal lagi di atas Rp 214 miliar,’’ pintanya. (cor/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here