Proyek ZLS Taman Dungus (Masih) Mangkrak

76

NGAWI – Proyek pembangunan zona lingkungan sculpture (ZLS) Taman Dungus di Desa Karangasri, Ngawi, sampai saat ini masih terbengkalai. Sejak dilakukan break contract dengan pihak rekanan pada pertengahan Desember 2018 lalu, proyek senilai Rp 2,1 miliar itu hingga saat ini masih mangkrak.

Kabid Tata Lingkungan dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ngawi Dodi Aprilasetia tak menampik bahwa proyek tersebut sekarang terbengkalai. Namun, kata dia, pemkab telah berkomitmen menyelesaikan pembangunan salah satu ruang terbuka hijau (RTH) itu. ‘’Saat ini masih perencanaan untuk meneruskan pembangunannya, mudah-mudahan satu sampai dua bulan ke depan perencanaannya bisa selesai,’’ ujarnya kemarin (27/3).

Dodi mengaku pihaknya sudah melangkah sesuai prosedur. Setelah dilakukan break contract, CV Sugih Waras Bangun Persada dari Bojonegoro selaku rekanan langsung di-blacklist. Pun, sisa anggaran yang belum terserap telah dikembalikan. ‘’Nah, sekarang baru tahap perencanaan lagi untuk melanjutkan pembangunannya,’’ tutur Dodi.

Proses perencanaan itu, lanjut dia, dilakukan oleh unit layanan pengadaan (ULP) di Sekretariat Daerah (Setda) Ngawi. ‘’Harapannya awal Juni nanti sudah diketahui pemenang tendernya siapa dan segera diteruskan lagi (pembangunannya, Red),’’ ucap Dodi.

Jika berjalan lancar, pembangunan ZLS Taman Dungus itu diprediksi rampung pada November. Sebab, untuk menyelesaikan pekerjaan proyek yang masih tersisa 73,86 persen itu butuh waktu empat sampai lima bulan. ‘’Kurangnya memang masih banyak,’’ imbuhnya.

Selain soal waktu, ada hal yang tidak kalah penting terkait rebuilding (pembangunan kembali) proyek tersebut. Yakni, kredibilitas rekanan pelaksana. Dodi berharap, pemenang tender kelak tidak seperti pelaksana sebelumnya yang dinilai sangat tidak sportif. ‘’Mudah-mudahan lebih profesional, lebih kredibel, dan mengerti betul soal teknik pembangunan taman,’’ harapnya. (tif/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here