Proyek Talut Diterjang Longsor, Jalur Pacitan-Lorok Nyaris Lumpuh

80

PACITAN – Hujan deras yang mengguyur Pacitan Selasa (4/12) malam lalu memicu longsor di sejumlah wilayah. Kecamatan Kebonagung salah satunya. Longsor terjadi di dua titik. Di dusun Pringkantung, Worawari, tebing setinggi 50 meter ambrol.

Material longsoran menerjang proyek pembangungan talut di lokasi. Akibanya, anyaman besi talut tak berbentuk dihantam material longsoran. ‘’Gak ada yang tau kapan pasnya longsor terjadi, sebab lokasi proyek jauh dari permukiman warga,’’ kata Suyatno, salah seorang pekerja proyek, kemarin (5/12).

Suyatno menyebut proyek pembangunan talut mulai dikerjakan sejak beberapa minggu terakhir. Sebelum longsor, hujan lebat mengguyur lokasi sejak pukul 17.00 hingga 21.00. Dia memprediksi gunturan tebing terjadi tengah malam. Tak ada satu pun warga yang melintas melaporkan kejadian tersebut. ‘’Saya baru tahu tadi pagi (kemarin, Red) pas datang mau kerjakan proyek lagi,’’ ujarnya.

Lokasi longsor di jalur lintas selatan (JLS) nyaris melumpuhkan akses Pacitan-Lorok. Beruntung, material tak sampai menutup badan jalan lantaran tertahan bangunan talut. Hanya material longsoran kecil berserakan di jalan. ‘’Tidak sampai tertutup, baik roda dua maupun kendaraan berat masih dapat melintas,’’ jelasnya

Longsor juga menutup jalur penghubung antardusun di Desa Katipugal. Kejadiannya diprediksi sekitar pukul 03.00 dini hari kemarin (5/12). Material tersebut menutup akses menuju lima dusun di desa setempat. Akibatnya, ratusan warga terisolir beberapa saat sebelum jalur dibersihkan. ‘’Ini akses satu-satunya jadi tidak bisa memutar,’’ ungkap Renggi Andika, salah seorang warga setempat.

Untuk mengantisipasi terganggunya roda ekonomi warga, paginya puluhan warga bergotong royong membersihkan jalur dari material longsor. Mereka menggunakan peralatan seadanya. Jalur pun dapat kembali dilalui empat jam kemudian. ‘’Dulu di sekitar lokasi juga sempat terjadi longsor, mayoritas karena curah hujan tinggi dan tanah labil,’’ bebernya.

Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pujono mengungkapkan berdasarkan pemetaan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), wilayah barat Pacitan mesti mendapat atensi lebih. Sebab, Kecamatan Kebonagung, Tulakan, Ngadirojo hingga Sudimoro masuk zona rawan longsor.

Pun kondisi geografisnya berbukit. Intensitas hujan juga terbilang tinggi. Sehingga, jadi biang keladi potensi bencana tanah gerak dan longsor. ‘’Kalau wilayah timur tak menutup kemungkinan terjadi. Namun potensinya tak sebesar wilayah Barat,’’ jelasnya. (mg6/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here