Proyek Stadion Yosonegoro Masuk Lelang Lagi

83

MAGETAN – Upaya Pemkab Magetan menyelesaikan rehabilitasi Stadion Yosonegoro kembali digulirkan. Bahkan, mereka telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 4,8 miliar untuk merealisasikan kegiatan tersebut pada tahun ini.

Dana sebesar itu rencananya digunakan untuk membangun tribun sektor barat dan timur. Sekaligus perbaikan rumput lapangan yang kondisinya saat ini sudah gundul dan berlumpur.

Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Setkab Magetan Ari Budi Santoso mengatakan, tahapan pembangunan lanjutan Stadion Yosonogero bakal masuk proses lelang. Bahkan, kelompok kerja (pokja) yang nantinya bertugas untuk menangani lelang pekerjaan fisik itu sudah dibentuk. ‘’Insya Allah dalam waktu dekat akan segera dibuka lelangnya,’’ ujarnya kepada Radar Magetan kemarin (12/3).

Ari menerangkan, pembangunan stadion tersebut bakal dikebut. Sebab, waktu pengerjaan proyek multiyears itu sempat tertunda tiga tahun gara-gara gagal lelang. Karena itu, dia berharap siapa pun rekanan yang nantinya menang dalam proses tender bisa bekerja profesional dan efisien. ‘’Kami nanti akan berikan fasilitas sesuai dengan mekanisme yang ada,’’ tutur pejabat yang juga merangkap sebagai Plt kepala pelaksana BPBD itu.

Seperti diketahui, proyek pembangunan lanjutan Stadion Yosonegoro bakal ditangani oleh dinas pendidikan pemuda dan olahraga (dikpora). Selanjutnya, mereka bakal dibantu dalam urusan teknis pengerjaan oleh dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR). ‘’Dalam waktu dekat, kami akan mengadakan koordinasi dengan OPD terkait agar lelang tahun ini tidak gagal lagi,’’ terang Ari.

Kabid Pemuda dan Olahraga Dikpora Magetan Ambar Setyanto menyatakan, berulang kali gagalnya lelang pembangunan Stadion Yosonegoro telah dilakukan evaluasi. Hanya, kewenangan itu berada di bawah kendali Unit Layanan Pengadaan (ULP). ‘’Pagu anggarannya Rp 5 miliar. Tapi, realisasi pembangunannya diperkirakan hanya mencapai Rp 4,8 miliar,’’ ungkapnya.

Sesuai dokumen perencanaan, proyek pembangunan Stadion Yosonegoro dikerjakan secara multiyears. Perbaikan dimulai pada 2014 dengan alokasi anggaran sekitar Rp 4,87 miliar. Kemudian berlanjut pada 2015 dengan anggaran Rp 4,98 miliar. Lalu, pada 2016 dialokasikan sebesar Rp 1,13 miliar dari total pagu anggaran sebesar Rp 6,48 miliar.

Hanya, dalam perjalanannya dilakukan pembatalan lelang. Karena peserta yang mendaftar tidak memenuhi kualifikasi. Proses itu terus berulang sampai tahun 2018. Sebelum kemudian pada tahun ini dikpora kembali menganggarkannya. ‘’Mudah-mudahan tahun ini bisa terealisasi,’’ harap Ambar. (mgd/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here