Proyek Molor, Dinkes Ogah Disalahkan

120

PACITAN  – Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan ogah disalahkan terkait amburadulnya proyek pembangunan Puskesmas Punung dan Kalak 2018. Perencanaan tidak matang yang ditudingkan DPRD dibantah. Terutama penetapan waktu pelaksanaan kerja yang dianggap terlambat. ‘’Kami sudah mengajukan pelelangan bulan Maret. Ya nggak tahu, proses pelelangan baru terlaksana Mei atau Juni,’’ kata Kepala Dinkes Pacitan Eko Budiono kemarin (6/1).

Eko pun sempat waswas dengan kondisi tersebut. Pasalnya, ancaman transfer anggaran dari kas daerah (kasda) tidak diterima jika hingga 19 Juli belum ada penandatanganan kontrak. Untungnya, awal Juli pemenang lelang didapat. Sehingga, pihaknya ngebut untuk melengkapi berkas sebelum tanda tangan kontrak. Apakah sempat terjadi gagal lelang? ‘’Tidak tahu, itu bukan ranah saya. Itu di ULP,’’ dalihnya.

Pihaknya sekadar mengajukan dokumen lelang dan mengikuti tahap presentasi. Sedangkan proses selanjutnya yang diketahui hanya didapatkannya pemenang lelang dan lanjut tanda tangan kontrak. Sedangkan masa kontrak dimulai sejak Agustus dan berakhir Desember. ‘’Untuk Kalak sampai 27 Desember. Sedangkan Punung sampai 31 Desember. Ingat saya itu. Pastinya ada di dokumen,’’ kilahnya.

Namun, Eko mengakui proses pekerjaan proyek memang tidak sesuai masa kontrak. Rekanan minta tambahan masa kerja ke pejabat pembuat komitmen (PPK). Masing-masing juga sempat mendapat konsekuensi denda seperseribu nilai kontrak. Untuk Puskesmas Kalak sejak 6 Desember, sedangkan Puskesmas Punung sejak 19 Desember. ‘’Itu sudah jadi hak. Apalagi ada perpresnya,’’ imbuhnya.

Di sisi lain, Eko menyebut pembangunan Puskesmas Kalak dan Punung secara umum sudah selesai dan memasuki penyerahan tahap pertama (P-1). Namun, dengan adanya temuan DPRD tersebut, bakal dilakukan perbaikan sebelum penyerahan tahap kedua (P-2). Pelaksana proyek masih memiliki waktu sekitar enam bulan untuk perbaikan kekurangan yang ada. ‘’Secara umum, sesuai kontrak sudah selesai. Ibarat sekolah sudah lulus. Cuma nilainya yang kurang. Makanya perlu perbaikan dan belajar lagi,’’  tegasnya.Selain itu, dia membantah salah satu tudingan dewan saat sidak pekan lalu. Temuan kanopi dengan papan penahan di Puskesmas Kalak disebut tidak ada. Meski mendampingi anggota dewan, dia berdalih tidak menemukannya. Sedangkan pemasangan anak tangga dan cat yang kurang rapi tidak dibantah. ‘’(Kanopi yang ditambahi papan penahan) tidak ada. Bersama saya kok kemarin,’’ katanya. (odi/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here