Magetan

Proyek Molor Bisa Langsung Dibayar

Sesuai Progres, tanpa Menunggu PAK 2020

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Bagian Unit Layanan Pengadaan (ULP) Setdakab Magetan memastikan sejumlah proyek 2019 yang molor bisa segera dibayar. Sehingga, tanpa harus menunggu Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2020. ‘’Bisa dibayar setelah pekerjaan selesai,’’ kata Kabag ULP Magetan Elmy Kurniarto Senin (6/1).

Berdasar Permendagri 32/2019, hanya perlu perubahan penjabaran APBD 2020. Ditengarai para pejabat pembuat komitmen (PPK) tidak mengetahuinya. Akibatnya, pekerjaan yang melebihi batas waktu kontrak dibayarkan saat PAK. Sehingga, Pemkab Magetan berutang kepada rekanan. ‘’Jika dibayarkan setelah pekerjaan selesai, pemkab tidak punya utang,’’ ujarnya.

Menuut Elmy, PPK bisa merekapitulasi hasil pekerjaan pada akhir tahun. Jika hingga akhir tahun progres pekerjaan mencapai 80 persen bisa dibayar 75 persen. Sedangkan 25 persen sisanya dibayar APBD induk tahun berikutnya. Lima persen di antaranya jaminan pemeliharaan. Kendati bisa dibayarkan tahun berikutnya, pelaksana tetap dikenakan denda atas keterlambatan pekerjaannya. ‘’Maksimal dendanya lima persen,’’ sebutnya.

Elmy mencatat lima proyek fisik saat ini belum selesai. Yakni, pembangunan tribun barat Stadion Yosonegoro, saluran drainase lingkungan Kecamatan Kartoharjo, peningkatan jalan Genilangit-Wonomulyo, pembangunan Pasar Agrobis Plaosan, dan gedung perkantoran RSUD dr Sayidiman Magetan. Pelaksana masih melanjutkan sisa pekerjaannya. ‘’Progresnya terus jalan,’’ tuturnya.

Pelaksana terkendala di lapangan saat mengerjakan proyek tersebut. Seperti pengerjaan tribun barat Stadion Yosonegoro yang sempat diterjang angin puting beliung November lalu. Namun, itu bukan alasan. Apalagi, pengerjaannya sempat mandek beberapa pekan sebelumnya. Andai terus berjalan, pasti selesai tepat waktu. ‘’Sebenarnya progresnya kurang sedikit lagi,’’ ungkapnya.

Pembayaran tahun ini juga bisa dilaksanakan pihak RSUD dr Sayidiman Magetan. Meskipun rumah sakit ini badan layanan umum daerah (BLUD), mekanismenya tetap sama. Ada penjabaran, meski ranah direksi rumah sakit. Sehingga, pelaksana bisa langsung dibayar. ‘’Ini salah satu kemudahan dari pemerintah untuk rekanan,’’ terang Elmy.

Meski begitu, penilaian kepada pelaksana tidak akan berubah. Telatnya pekerjaan bakal jadi catatan. Sehingga, bisa lebih berhati-hati ketika ikut tender tahun ini. Dia bakal berpikir ulang jika pelaksana kembali memenangkan lelang karena punya catatan buruk 2019. ‘’Tetap ada penilaian tersendiri,’’ pungkasnya. (bel/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close