Proyek Lanjutan KIR Bendo Dibolehkan Kejaksaan

213

MAGETAN – Sebentar lagi warga tak bisa berkebun di Kawasan Industri Rokok (KIR) Bendo. Juga harus menyudahi permainan bulu tangkis yang biasa dilakukan di ruang utama kantornya. Sebab, Pemkab Magetan segera menghidupkan kembali aset yang mangkrak menahun tersebut. ‘’Harus dimanfaatkan. Jangan sampai menjadi monumen kegagalan,’’ kata Bupati Magetan Suprawoto.

Kang Woto –sapaan bupati Magetan- sudah berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat. Pun, Kajari Magetan Atang Pujiyanto sudah merestui rencana untuk melanjutkan proyek KIR yang mandek 8 tahun itu. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Magetan selaku leading sector pembangunannya bisa kembali memanggil stakeholder lain untuk memulai kembali pekerjaan. ‘’Kajari sudah membolehkan untuk dilanjutkan,’’ ujarnya.

Namun, akan dimanfaatkan untuk apa bangunan yang lahan pengadaannya direkayasa mantan Sekda Magetan Abdul Aziz itu? Mengingat geliat industri kecil menengah (IKM) rokok di Magetan sudah gulung tikar. Sudah banyak yang beralih profesi dengan penghasilan lebih menjanjikan. Rupanya, mantan sekjen Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) itu juga belum punya pandangan. ‘’Nanti dilihat dulu, apakah masih visible untuk KIR atau tidak,’’ tuturnya.

Jika tak memungkinkan, tidak akan dipaksakan. Jika masih memungkinkan, pasti akan menjadi wadah bagi pelaku IKM rokok. Agar rokok yang mereka produksi tidak lagi menjadi produk ilegal. Bukan rahasia umum, jika dulunya para pelaku IKM rokok masih belum memenuhi standard operating procedure (SOP) yang ditetapkan oleh bea cukai. Sehingga perlu dibangunkan KIR Bendo tersebut. ‘’Kalau masih bisa, silakan (jadi KIR, Red),’’ ungkap Kang Woto.

Dari lebih 50 pelaku IKM rokok, kini hanya tersisa dua. Salah satunya yang kini menyewa lokasi di koperasi unit desa (KUD) Bendo. Jika memungkinkan KIR dilanjutkan pembangunannya, maka pabrik rokok yang kini masih beroperasi akan ditarik ke KIR. Dengan catatan, pemilik pabrik bersedia direlokasi. Selain melanjutkan proyek KIR, pemkab juga belum memiliki badan usaha yang bergerak pada industri rokok. ‘’Mekanismenya seperti apa, akan dipelajari dulu,’’ terangnya.

Sebelumnya, pemkab gamang untuk melanjutkan proyek KIR yang pengadaan lahannya diusut kejaksaan tersebut. Pemkab takut tersandung masalah hukum setelah sempat merugikan negara hingga Rp 834 juta tersebut. Alhasil, bangunannya dibiarkan mangkrak. Padahal, baru satu kantor utama yang berhasil dibangun. Masih banyak unit bangunan lain yang harus diselesaikan. Warga sekitar akhirnya mengambilalihnya menjadi lahan perkebunan dan arena bermain bulu tangkis. ‘’Paling tidak ada yang membersihkan,’’ imbuh Kabid Perindustrian Disperindag Kabupaten Magetan Ari Kuncoro. (bel/c1/fin)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here