Proyek Iluminasi, 980 Lampu Percantik Kota

112

MADIUN – Tahun 2019 Kota Karismatik terang benderang. Program dari eksekutif ini dianggap prestisius oleh kalangan dewan. Ketua Komisi III DPRD Kota Madiun Bondan Panji Saputro meminta pemkot konsisten atas proyek iluminasi itu. ’’Sudah tersedia anggarannya, fokus di penerangan jalan, taman, dan alun-alun. Pada 2019 wajahnya akan berubah,’’ kata Panji kepada Jawa Pos Radar Madiun.

Panji mengatakan, pemkot sudah punya masterplan iluminasi. Problem minim penerangan di sejumlah ruas jalan bakal berkurang. Ini juga dapat meminimalkan angka kecelakaan lalu lintas. ’’Sejak pemerintahan Ba-Ris jilid I sudah digelorakan membuat Kota Madiun terang benderang, dan programnya terus berlanjut,’’ ujar politikus Partai Demokrat itu.

Kasi Penerangan Jalan Umum Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Madiun Afandi mengatakan, penataan iluminasi tersebut mengacu pada hasil penelitian dari akademisi sekaligus ahli. Ada 300 titik se-Kota Madiun yang dijadikan sampel untuk mewujudkan masterplan tersebut. ’’300 titik yang bisa mewakili area sekitarnya, punya karakter yang mirip. Semisal, Jalan Biliton dan Jalan Bali, karakteristik jalannya hampir mirip. Diambil salah satu sebagai sampel,’’ tuturnya.

Hasil dari pemetaan tersebut akan menjadi acuan pelaksanaan proyek iluminasi. Namun, ke depan disperkim bakal memprioritaskan jalan protokol terlebih dahulu. Jika semua jalan protokol tuntas terlaksana, berlanjut ke jalan lainnya. ’’Kalau tahun ini kami sudah membeli lampunya, tahun depan penggantian tiang dan perbaikan jaringan lampunya saja,’’ jelasnya.

Sampai akhir 2018 ini sudah ada 24 lampu telah menghiasi wajah Kota Pecel pada malam hari. Ke-24 titik tersebut terdiri 12 tiang listrik baru di alun-alun. Berikutnya perempatan Jalan Urip Sumoharjo dan taman 501. Termasuk lima tiang di areal patung gajah Jalan Soekarno Hatta. Dan, enam tiang lainnya di perempatan Jalan Salak dan Jalan Panorama Raya. ’’Kalau yang pemasangan 24 tiang itu sisa dana PAK, tahun 2018 ini kami sudah beli 980 lampu,’’ bebernya.

Afandi menyebut banyak tiang PJU dalam kondisi karatan. Sudah waktunya diganti. Apalagi, sejak memasuki musim penghujan, banyak tiang listrik yang rusak dan roboh akibat terpaan pohon dan angin kencang. ’’Seperti yang di Jalan Kolonel Marhadi, Jalan Urip Sumoharjo, dan Jalan dr Soetomo, tiangnya rusak ketimpa pohon besar,’’ sebutnya.

Afandi menerangkan, kondisi lampu sudah diganti dari gas ke LED. Kilatan lampu LED, selain mempercantik wajah Kota Gadis, diklaim lebih hemat dari 250 watt menjadi 150 watt. Hasil penelusuran dari Layanan Pengadaan Secara  Elektronik (LPSE) Kota Madiun, paket masterplan iluminasi tersebut menyedot pembelanjaan daerah (APBD) tahun 2018 senilai Rp 291 juta. ’’Ke depan bukan hanya lampu jalan, melainkan lampu taman. Jika memungkinkan mendatangkan ahli iluminasi khusus taman,’’ terangnya. (mg2/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here