Proyek Embung Selamatkan SR

112

MADIUN – Sugeng Rismiyanto (SR) patut bernapas lega. Seiring segera rampungnya pembangunan jilid II Embung Pilangbango. Proyek senilai Rp 13,8 miliar itu menjadi salah satu proyek prestisius di era Bambang Irianto-Sugeng Rismiyanto (BaRis) jilid II, selain pembangunan jilid II gedung DPRD di Jalan Taman Praja. Kini progresnya sudah mencapai 94 persen. ’’Sudah mulai masuk ke ranah finishing,’’ kata Kepala DPUTR Kota Madiun Suwarno kepada Jawa Pos Radar Madiun, Rabu (31/10).

Proyek pembangunan jilid II Embung Pilangbango digawangi PT Ifos Satria Mahkota. Kontraktor tersebut mendapat duit senilai Rp 13,8 miliar untuk menuntaskan pembangunan embung yang tak terselesaikan sejak 2016. Kontrak diteken pada 20 April. Pekerjaan ditargetkan berakhir maksimal pada 28 November mendatang. Singkatnya, waktu tersisa sudah kurang dari satu bulan. ’’Sebelum deadline kami perkirakan sudah selesai,’’ klaimnya.

Laporan terakhir yang diterima Suwarno dari kontraktor, progres pekerjaan embung mencapai 94 persen. Saat ini rekanan fokus pada finishing. Meliputi pekerjaan landscape di sekeliling embung, seperti pemasangan paving stone dan pagar keliling. Sementara, pemasangan sheet pile yang notabene pekerjaan utama sudah terselesaikan sejak September. Ada 408 buah sheet pile dipasang mengelilingi embung, menggantikan susunan fondasi lama dari batu kali. ’’Per akhir September sheet pile tuntas,’’ ujarnya.

Sheet pile tersebut direkomendasi Badan Pengembangan dan Pengelola Usaha (BPPU) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Mereka mengklaim sheet pile yang berupa beton pracetak pipih sepanjang 12 meter itu sanggup menahan pergerakan tanah akibat tekanan air di dasar embung. ‘’Sheet pile ini bisa menahan tekanan air yang cukup kuat. Sehingga, disarankan untuk konstruksi di Embung Pilangbango. Dan, itu produk pabrikan,’’ beber Suwarno.

’’Kalau melihat progres pekerjaan yang tinggal finishing, seharusnya sebelum akhir November bisa terselesaikan,’’ imbuhnya.

Sekda Kota Madiun Rusdiyanto mengatakan bahwa Embung Pilangbango menjadi salah satu proyek prestisius BaRis jilid II. Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto (SR) berharap pembangunan embung dan gedung DPRD bisa tuntas sebelum jabatannya berakhir April 2019. Mengingat kedua proyek sudah cukup lama terlunta akibat persoalan hukum. ’’Pak Wali (SR) berulang kali menekankan, program-program Baris jilid II harus selesai. Termasuk embung itu,’’ kata Rusdiyanto.

Apalagi, jika melihat fungsi utama embung, sudah sepatutnya pemkot berharap dan mendorong pembangunannya segera rampung. Ketika nanti difungsikan, embung akan berfungsi sebagai tempat penyimpanan air jumbo. Daya tampung diproyeksikan mencapai 50 ribu meter kubik. ‘’Embung akan menjadi tempat penampungan dan penyimpanan air saat musim penghujan. Lalu, saat kemarau, bisa dimanfaatkan untuk dialirkan ke area pertanian di sekitarnya,’’ urainya.

Wakil rakyat berharap demikian. Ketua Komisi III DPRD Bondan Pandji Saputro mengaku lega proyek kakap itu bisa berjalan dengan baik. Acuannya, jika pertengahan Oktober pekerjaan utama sudah selesai, maka dia pun optimistis proyek dapat tuntas tepat waktu. Namun, Pandji mengingatkan bahwa kualitas pekerjaan juga tak boleh terabaikan waktu. ‘’Yang jelas, harus merujuk pada fungsi sebagaimana awalnya direncanakan. Embung ini kan untuk pengairan dan wisata. Fungsi yang didapat nanti juga harus untuk itu,’’ tuturnya. (naz/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here