Protes Abai THR, Dua Kelompok Pekerja Mengadu ke Disnaker

48

MADIUN – Tunjangan hari raya (THR) ternyata belum seluruhnya bisa dinikmati oleh sejumlah karyawan perusahaan di Kota Madiun. Hal itu terungkap dari pengaduan yang masuk ke posko satgas ketenagakerjaan peduli Lebaran Disnaker Kota Madiun. ’’Sampai dengan saat ini, ada dua kelompok pekerja yang mengadukan terkait dengan pemberian THR,’’ terang Kepala Disnaker Kota Madiun Suyoto Jumat (31/5).

Dia mengungkapkan dua perusahaan itu bergerak di bidang penyedia jasa. Tapi, Suyoto mengaku timnya telah mengkomunikasikan permasalahan para pekerja itu dengan perusahaan yang bersangkutan. Sebab, tunjangan keagamaan yang diterima pekerja tidak sesuai ketentuan berlaku. ’’Yang satu sudah terselesaikan. Sedangkan, satu perusahaan lainnya masih dalam proses,’’ ungkapnya.

Diakuinya proses yang sudah berjalan saat ini baru sebatas mediasi. Sebab, persoalan itu mencuat karena pekerja hanya diberikan sepertiga dari nilai THR. Alasannya karena mereka baru bekerja enam bulan. Padahal, sesuai ketentuan bagi yang sudah bekerja satu tahun dan atau lebih, besaran THR yang diberikan adalah satu kali gaji.

Sementara bagi yang belum mencapai satu tahun, terang dia, penghitungannya berdasarkan masa kerja dibagi 12 bulan dengan dikalikan satu kali gaji pokok yang diterima. ’’Karena itu kami tetap konsultasikan, komunikasikan dan bantu penyelesaiannya agar pekerja bisa menikmati haknya sesuai ketentuan peraturan yang berlaku,’’ terang Suyoto.

Berbicara soal sanksi, dia menegaskan semua telah diatur dalam Permenaker 6/2016. Di mana bagi perusahaan yang terlambat memberikan THR, bisa dikenai denda berupa uang maupun sanksi penutupan izin usaha. ’’Tetapi, sesuai UU 23/2014, pengawasan posko pengaduan THR merupakan kewenangan pemerintah provinsi,’’ ungkapnya.

Suyoto mengatakan jika permasalahan itu tidak bisa diselesaikan di tingkat daerah, persoalan selanjutnya akan disampaikan ke tim pengawas ketenagakerjaan Provinsi Jatim. Sesuai data, di Kota Madiun ada sekitar 13.700 pekerja yang berhak mendapatkan THR. ‘’Harapan kami perusahaan segera memberikan THR bagi karyawannya untuk kesejahteraan mereka,’’ tandasnya. (her/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here