Proses Restorasi Benteng Pendem Bisa Lebih dari Dua Tahun

96
ISTIMEWA

JAKARTA – Gerak cepat Pemkab Ngawi menyikapi sinyal Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mendukung rencana restorasi Benteng Van den Bosch sejauh ini mendapat respons baik. Pun, pertemuan dengan pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) di Jakarta kemarin (12/2) secara umum menghasilkan kabar positif. ‘’Intinya, pemugaran bisa segera dilaksanakan,’’ kata Bupati Budi ’’Kanang’’ Sulistyono.

Meski begitu, Kanang menyebut ada beberapa perubahan terkait rencana pemugaran bangunan yang dikenal dengan sebutan Benteng Pendem itu. Di antaranya, detail engineering design (DED) keseluruhan bakal menggunakan yang dibuat kementerian. ‘’DED yang dari daerah tidak dipakai karena sudah menyangkut struktur bangunan benteng,’’ ujarnya.

Selain persoalan DED, kata dia, dalam pertemuan itu terungkap proses restorasi yang dimungkinkan memakan waktu lebih lama dari yang ditargetkan. ‘’Kalau soal anggaran tidak ada masalah,’’ ujar Kanang kepada Radar Ngawi.

Kanang menyatakan, kemungkinan besar dalam jangka dua tahun ke depan proses restorasi belum bisa rampung. Apalagi, tahun ini waktu yang tersisa untuk pelaksanaan pekerjaan fisik telah terpotong proses perencanaan dan persiapan.

Dia mencontohkan pengerjaan bagian utama benteng yang disebutnya bisa sampai 2020 atau tahun kedua proses restorasi. Apalagi, proses pemugarannya harus menyesuaikan kaidah kepurbakalaan. ‘’Tidak apa-apa, ya memang harus pelan. Candi Borobudur itu restorasinya butuh waktu puluhan tahun,’’ paparnya. ‘’Skedulnya juga akan segera dibuat. Prinsipnya, September nanti harus sudah dimulai (pekerjaan fisik, Red),’’ imbuhnya.

Rapat koordinasi antara Pemkab Ngawi dan Kemen PUPR yang diwakili pihak Direktorat Jenderal (Dirjen) Bina Penataan Bangunan kemarin berlangsung cukup lama. Mulai siang dan berakhir sekitar pukul 17.00. Rombongan yang terdiri perwakilan beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) dan dari Batalyon Artileri Medan (Yon Armed) 12 Ngawi ditemui langsung oleh Direktur Bina Penataan Bangunan Kemen PUPR Diana Kusumawati. (tif/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here