MejayanPeristiwa

Begini Kronologi Tenggelamnya Tiga Pekerja Proyek di Dam Wates

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Nyawa tiga pekerja proyek jalan desa berakhir di Dam Wates, Kebonagung, Mejayan, Jumat (6/9). Petaka bermula saat Eko Rijianto, Didin Saifudin, dan Suwanto berniat membersihkan diri seusai kerja sekitar pukul 11.30. Namun, ketiga pekerja asal Sriti, Sawo, Ponorogo, itu tak mengira bendungan memiliki kedalaman empat meter.

Jasad ketiganya baru berhasil ditemukan selang tiga jam pasca kejadian. Ditemukan kurun waktu berdekatan. Korban pertama, Eko Rijianto ditemukan pukul 14.20. Korban kedua, Didin Saifudin, ditemukan pukul 14.30. Sementara korban terakhir, Suwanto, ditemukan pukul 15.06. ‘’Saat itu ada lima pekerja yang mandi di DAM. Dua di antaranya berhasil menyelamatkan diri dan bergegas minta pertolongan,’’ kata Kapolsek Mejayan Kompol Pudjiono.

Sebelum menceburkan diri, mereka sudah diingatkan warga setempat. Namun, tak dihiraukan. Padahal, ketiganya tak mahir berenang. Bayu Eko, rekan korban yang selamat, sempat berupaya melakukan penyelamatan. ‘’Tapi, sia-sia,’’ ujarnya.

Kades Kebonagung Alex Susanto mengatakan, kejadian serupa pernah terjadi dua kali sebelumnya. Dam Wates memiliki kedalaman empat hingga lima belas meter. Dasar bendungannya pun berlumpur. Sangat tidak aman bagi siapa pun, meskipun mahir berenang. ‘’Sejak 2006, sudah sembilan orang tenggelam,’’ sebutnya. (mgc/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
close
PENGUMUMAN
Close