Progres Peningkatan Jalan Sarangan Lamban

118

MAGETAN – Peningkatan jalan menuju Telaga Sarangan bukan pekerjaan sembarangan. Tetapi, progres proyek Rp 1,95 miliar yang dikejar waktu penyelesaian hingga akhir tahun itu lamban.

Hingga pekan ketiga Oktober, capaiannya belum menyentuh 30 persen. Keterlambatan penuntasan membayangi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Magetan. ‘’Prediksi (telat) ada. Makanya dipacu supaya tidak telat,’’ kata Kabid Jalan dan Jembatan DPUPR Magetan Muhtar Wahid.

Muhtar mengakui, proyek peningkatan jalan menuju Telaga Sarangan ini lain daripada yang lain. Tak seperti mengerjakan jalan lainnya. Sehingga progresnya sangat minim menjelang masa habis kontrak. Tebing di bawah jalan harus diamankan terlebih dahulu untuk mengerjakan konstruksi jalan di atasnya. ‘’Harus dihitung benar stabilitas lerengnya. Jika sembarangan bisa terbawa longsor,’’ ujarnya.

Untuk mencegah longsor, sampai harus mengebor tebing sedalam 25 meter ke bawah. Ada tiga titik yang dibor, kemudian dipasangi balok di atasnya. Konstruksinya hampir menyerupai pembangunan jembatan. Skala pekerjaan itulah yang memiliki bobot terbesar. Sehingga, wajar bila capaian progresnya belum signifikan. Penggalian tebing itu tak kalah susahnya. Banyak bebatuan besar yang menyulitkan pekerjaan. ‘’Pekerjaannya merayap dari bawah untuk mengamankan tebing, baru struktur atas,’’ tuturnya.

Jika struktur pengaman tebing itu sudah aman, pekerjaan barulah dilanjutkan pada konstruksi jalan atas. Tak butuh waktu lama untuk merampungkannya. Jalannya akan menjadi lebih lebar dari sebelumnya. Pun, dengan tingkat keamanan tidak akan mudah terbawa longsor seperti tahun–tahun sebelumnya. Sudah umum jika jalanan di wilayah kawasan wisata itu sering ambrol karena tebingnya terbawa longsor. ‘’Pekerjaan di sana berisiko tinggi. Bisa dibilang kami mempertaruhkan semua,’’ ungkap Muhtar.

Setelah konstruksi jalan atas pungkas, bukan berarti pekerjaan tuntas. Jalan itu tak sekadar menjadi akses keluar-masuk pengunjung telaga pasir. Melainkan bakal ditambah trotoar dan selfie desk. Spot selfie bagi pengunjung telaga akan bertambah seiring peningkatan jalan di sana. ‘’Salah satu tujuan peningkatan jalan memang untuk mendukung pengembangan pariwisata,’’ terangnya.

Jika memang sisa waktu tidak mencukupi, pelaksana pasti dikenai denda. Besarannya dihitung sesuai sisa pekerjaan yang tidak dapat diselesaikan. ‘’Ditunggu saja hasilnya seperti apa. Semoga tidak telat,’’ harapnya. (bel/c1/fin)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here