Ngawi

Program Angkutan Sekolah Gratis Dimulai Oktober

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Setelah sempat beberapa kali diwacanakan, akhirnya program angkutan sekolah gratis (ASG) untuk pelajar segera direalisasikan. Dinas Perhubungan (Dishub) Ngawi saat ini tengah menyiapkan pelaksanaan program yang bakal menelan anggaran ratusan juta rupiah tersebut. ‘’Tahapannya sudah, tinggal sosialisasi akhir saja,’’ kata Kepala Dishub Ngawi Rahmat Didik Purwanto Minggu (1/9).

Didik menjelaskan, program ASG tidak jauh berbeda dengan program serupa yang sudah berjalan di sejumlah daerah tetangga. Kelak, para pelajar mulai jejang SD, SMP, hingga SMA yang domisilinya jauh dari sekolah bisa memanfaatkan armada ASG tersebut. ‘’Kami siapkan 11 rute untuk tahap awal,’’ ungkapnya.

Rute yang disiapkan tersebut di antaranya Paron-Ngawi, Geneng-Ngawi, Sidowayah-Ngawi, Pangkur-Ngawi, Padas-Ngawi, Kwadungan-Ngawi, Banyu Urip-Ngawi, dan Kedungprahu-Ngawi. Tiga di antaranya sengaja dipecah menjadi dua sesuai kebutuhan yang sudah dipetakan.

Sedangkan kendaraannya, dishub telah menyiapkan sebanyak 22 armada berupa angkutan umum pedesaan (angdes). ‘’Kami sudah kerja sama dengan pihak paguyuban pengemudi untuk kendaraannya,’’ terang Didik.

Mengapa angdes? Didik menyebut, selain untuk menghindari gesekan, juga memberdayakan para pengemudi jenis angkutan umum tersebut. Sebab, selama ini mayoritas penumpangnya kalangan pelajar. ‘’Tapi, tetap kami pastikan kendaraannya harus laik jalan semua,’’ ucapnya.

Dengan memanfaatkan keberadaan angdes sebagai armada program ASG, lanjut dia,  bakal mengurangi beban biaya pemkab lantaran tidak perlu mengeluarkan duit untuk pengadaan kendaraan. Pemkab cukup membayar biaya operasional masing-masing armada sesuai trayek yang disepakati. Diketahui untuk tahap awal ini pemkab menganggarkan Rp 224 juta dalam perubahan APBD 2019. ‘’Sudah disetujui, tinggal pelaksanaannya,’’ sambungnya.

Didik mengatakan, awal bulan ini pihaknya bakal mengumpulkan lagi paguyuban pengemudi angdes untuk sosialisasi akhir. Setelah itu, mendatangkan perwakilan sekolah guna menyampaikan program tersebut. ‘’Setelah sosialisasi klir tinggal nunggu SK (surat keputusan, Red) bupati,’’ ujarnya.

Pihaknya masih menunggu peraturan bupati (perbup) untuk menjalankan ASG. Meski begitu, menargetkan mulai Oktober mendatang program itu sudah bisa dijalankan. ‘’Nanti akan kami evaluasi untuk menentukan kelanjutan ke depannya bagaimana,’’ pungkasnya. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close