Produksi Kopi Kare Belum Maksimal

107

MADIUN – Kopi jadi komoditas andalan di Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun. Meski sudah merambah pasar luar kota, namun para petani kopi setempat belum bisa memenuhi semua permintaan. Pasalnya, musim panen kopi hanya setahun sekali. Tanaman kopi butuh kadar air tinggi agar buahnya bagus. ‘’Hanya hasil panen itu yang bisa diproduksi,’’ kata Sumadi, anggota Kelompok Tani Mugi Lestari, Seweru, Desa/Kecamatan Kare.

Selain dijual mentah, ada juga yang sudah disangrai. Selain itu, ada kopi kemasan siap seduh. Dia menyebut seluruh hasil panen tak cukup dijadikan stok selama setahun sembari menunggu musim panen berikutnya tiba. ‘’Penjualan harus kami batasi. Agar tetap bisa jualan selama setahun,’’ ujarnya.

Meskipun anggota kelompok tani kopi tersebut berjumlah 83 orang, namun hasil panen semua anggota belum cukup. Ada sekitar satu ton untuk diolah atau dijual mentah. Itu pun harus dibagi. ‘’Hitungan kami, sebulan laku sekitar 60 kilogram,’’ beber Sumadi.

Pun modal para petani minim. Begitu pula jumlah pohonnya. Ada sekitar 38 hektare lahan kopi. Namun, hanya sekitar 20 hektare yang sudah berbuah. Total bantuan bibit 16.000 pohon batang belum memberi manfaat maksimal. Dia juga belum bisa mengembangkan kopi yang bisa dipanen dua kali setahun. ‘’Karena masih minim tenaga untuk mengairinya,’’ ungkap Sumadi.

Mereka kini butuh bantuan bibit untuk meningkatkan hasil panen. Pun bisa memenuhi permintaan selama setahun penuh tanpa harus membatasi penjualan. Pengembangan peralatan dan teknik budi daya untuk memaksimalkan pengolahan kopi juga dibutuhkan. ‘’Selain produksi bisa maksimal, kualitas bisa bagus,’’ harapnya. (fat/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here