Pro Kontra Lima Hari Sekolah, Ketua MUI Kota Madiun Pasang Badan

36
Ketua MUI Kota Madiun, Sutoyo

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pelaksanaan lima hari sekolah oleh Pemkot Madiun mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Lembaga independen yang mewadahi cendekiawan Islam itu mendorong pemkot bisa mewadahi pelaksanaan salat Jumat dan salat Duhur siswa. ‘’MUI telah melaksanakan sosialisasi program lima hari sekolah dan menjelaskan kepada masyarakat yang tidak setuju dengan tujuan serta manfaat program tersebut,’’ ujar Ketua MUI Kota Madiun, Sutoyo.

Pihaknya sangat mengapresiasi program lima hari sekolah tersebut. Karena dapat memberikan dampak positif terhadap kualitas anak didik, baik moral maupun keilmuan. ‘’Maksud pemkot baik, yaitu untuk mendidik karakter generasi Madiun yang berbudi dan berakhlak mulia,’’ jelasnya.

Sutoyo mengimbau kepada masyarakat agar tidak khawatir terkait salat Duhur dan salat Jumat siswa. Karena, justru dengan program lima hari sekolah, kegiatan salat itu dapat diawasi sehingga bisa berjalan dengan tertib. ‘’Hal itu mendorong anak untuk memperkuat pendidikan karakter,’’ ungkapnya.

Selain itu, dia mendorong dilaksanakannya kegiatan taman pendidikan Alquran (TPA) dan baca tulis Alquran dalam program lima hari sekolah. ‘’Sehingga kegiatan TPA  dan baca tulis Alquran bisa lebih tertib dan berjalan lancar di sekolah,’’ kata Sutoyo.

Lebih lanjut, dia optimistis tujuan membentuk pendidikan karakter peserta didik dalam program pemkot sekolah lima hari akan tercapai. ‘’Tidak perlu gaduh, hadirnya progam pemkot lima hari sekolah justru membawa perncerahan untuk anak-anak kita. Bagi masyarakat yang belum paham dan tidak setuju, dapat datang ke MUI. MUI akan menjelaskan,’’ tuturnya. (mga/her/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here