Madiun

Prita Liana Purdianawati Sempat Shock Rasakan Ritme Kerja Kantor

Prita Liana Purdianawati Sempat Shock Rasakan Ritme Kerja Kantor

ADA kenyamanan yang ditemukan Prita Liana Purdianawati bekerja di KPU Kota Madiun. Di mata perempuan 35 tahun ini,  kerja di lembaga penyelenggara pemilu bisa mengenal orang banyak.

Apalagi jika sedang ada dinas ke luar kota bisa bertemu dengan rekan sejawat dari berbagai daerah. ‘’Itu suka citanya, asyik,’’ kata Prita.

Prita bekerja di KPU Kota Madiun sejak 2009. Sebelumnya sebagai karyawan outsourcing di perusahaan swasta. Singkat cerita,  saat itu ada info rekrutmen CPNS di KPU Pusat. Tanpa berpikir panjang, dia memutuskan untuk mendaftar, dan akhirnya dinyatakan lolos. ’’Senangnya saya penempatan di Kota Madiun, rumah juga di Madiun,’’ ujarnya.

Warga Perumahan Bumi Antariksa Kota Madiun ini awalnya sempat shock dengan ritme kerja di kantor KPU. Yang dianggap tidak beraturan. Jika pekerjaan sedang menumpuk, pulang malam sudah biasa. Seiring berjalannya waktu, dia mulai terbiasa. ’’Dulu pertama masuk di bagian program data sekarang sekarag di teknis penyelanggaranya,’’ ungkapnya.

Bersamaan momentum pemilu 2019 ini kesibukannya bertambah. Apalagi, Prita menjadi salah satu dari 25 operator Sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng) Pemilu 2019. ’’Tugas kami ini mulai dari scan atau pindai C1 tingkat TPS 605 untuk Kota Madiun itu kami scan apa adanya. Misal, ada salah hitung karena faktor malam tetap kami scan,’’ ujarnya.

Lazimnya operator, Prita dkk standby di hadapan komputer. Seumpama operator situng menerima formulir berita acara dari TPS pukul 11 malam juga langsung entry data di jam tersebut agar masyarakat bisa langsung mengaksesnya. ’’Keterbukaan di tingkat TPS ini kami publish,’’ pungkasnya. (dil/ota)

 

 

 

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close