Pria Sebatang Kara Tewas Membusuk di Rumah

172

NGAWI – Mata Widiarto menangkap pemandangan mengerikan sekitar pukul 13.30 kemarin (30/1). Pria 35 tahun warga Dusun Mardiasri, Desa Jururejo, Ngawi, itu mendapati jasad Sunarto, 53, tetangganya, dengan kondisi mulai membusuk di rumahnya.

Temuan itu berawal saat seorang teman hendak menemui Sunarto yang beberapa hari terakhir tidak bisa dihubungi. Widiarto lantas berinisiatif mengantarnya. Sampai di lokasi, pintu rumah diketahui terkunci dari dalam. ‘’Kami panggil beberapa kali tidak ada jawaban,’’ ujar Widiarto.

Penasaran, Widiarto lantas mengintip dari ventilasi. Melalui celah tatanan bambu tersebut, dilihatnya Sunarto terbujur kaku. ‘’Posisinya telentang. Pakai kaus dan celana dalam saja. Sudah mengembung dan hitam-hitam badannya,’’ tuturnya.

Kasun Mardiasri Agus Suwondo mengatakan, Sunarto tinggal sebatang kara dengan kondisi cacat fisik. Kaki kiri dan tangan kanannya tidak bisa berfungsi normal akibat polio. ‘’Sakit lumpuh. Kadang ke warung-warung di perempatan Siliwangi minta makan. Beberapa hari terakhir ini memang jarang kelihatan,’’ ungkap Agus.

Perangkat Desa Jururejo Damin Tri Susianto menambahkan, Sunarto mengidap polio sejak kelas IV SD. Namun, sepengetahuannya selama ini tidak memiliki riwayat sakit apa pun. ‘’Ayahnya sudah lama meninggal. Ibunya meninggal tahun 2012. Setelah itu dia tinggal sendiri,’’ bebernya.

Damin menyebut, sepetak lahan yang di atasnya terdapat rumah sederhana yang ditinggali Sunarto merupakan milik pemkab. ‘’Dulu orang tuanya buka warung. Kalau soal tempat tinggalnya, desa yang minta izin ke PU untuk ditinggali Sunarto,’’ jelasnya.

Sesaat setelah dievakuasi, jasad Sunarto dibawa ke RSUD dr Soeroto untuk dilakukan visum. Hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuhnya. ‘’Diduga korban meninggal karena sakit,’’ kata Kasubag Humas Polres Ngawi Kompol Eko Setyomartono. (mg8/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here