Pria 72 Tahun Suspect Antraks

76

PACITAN – Dugaan adanya kasus antraks menular ke manusia kembali mencuat. Hasil pemeriksaan petugas Puskesmas Bubakan, Sur, warga Desa Gasang, Tulakan, dinyatakan suspect penyakit tersebut. Indikasinya, pria 72 tahun mengalami gejala penyakit kulit mirip kasus antraks.

Kabid Kesehatan Hewan Dinas Pertanian (Disperta) Agus Sumarno mengatakan, aktivitas sehari-hari Sur selama ini kerap bersinggungan langsung dengan sapi dan tanah. Nah, pria itu diduga terinfeksi bakteri Bacillus anthracis saat menggali tanah di sekitar kandang.

‘’Pengakuannya, waktu itu kerumunan semut sempat menggigit kakinya. Mungkin gigitan semut itu menimbulkan luka. Lalu, tangan yang terkena bakteri menggaruk luka itu hingga bakteri masuk,’’ ujar Agus kepada Radar Pacitan, Senin (3/9).

Dia menuturkan, Sur telah diambil sampelnya untuk diteliti. Termasuk sampel ternak di kandang sapi serta tanah yang digali pria tersebut. Sampel itu bakal diteliti di laboratorium kesehatan hewan Tuban. ‘’Petugas juga menyemprotkan desinfektan ke lokasi untuk antisipasi,’’ tuturnya.

Agus menyebut, wilayah Tulakan sejatinya bukan zona merah endemis antraks. Namun, beberapa bulan lalu terdapat sapi mati mendadak tanpa sebab jelas. ‘’Sayangnya, kami tak bisa memastikan penyebabnya karena tidak dilaporkan,” ujarnya

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Jatim Kusnoto mengaku pihaknya tengah memantau kondisi dua ekor sapi milik Sur. Sejauh ini, kata dia, belum terlihat adanya gejala antraks pada hewan itu. ‘’Upaya pencegahan sudah kami lakukan,’’ tegasnya.

Kusnoto menambahkan, tahun ini di Pacitan tidak ada temuan kasus kematian sapi yang mengarah ke antraks. Meski begitu, menurutnya, hal itu tetap harus diwaspadai. Pasalnya, tahun lalu ada temuan. Yakni, di Kecamatan Pringkuku, Donorojo, dan Punung. (mg6/c1/isd)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here