Praktik Curang, Seorang CPNS Dicoret, Satu Lainnya Pilih Mundur

617

MADIUN – Kesempatan MSM dan DPY menjadi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemkot lenyap. Keduanya dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) saat proses pemberkasan berlangsung.

Sekda Kota Madiun Rusdiyanto mengatakan, ada sejumlah alasan yang menyebabkan dua calon pegawai negeri sipil (CPNS) Pemkot Madiun itu TMS. MSM misalnya, memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai auditor ahli pertama unit kerja di Inspektorat. ’’Mengikuti suami bekerja di Bali,’’ katanya kemarin (24/1).

Rusdiyanto menyatakan mundurnya MSM sebagai CPNS Pemkot Madiun murni keputusan pribadi. Bahkan, yang bersangkutan telah melampirkan surat keputusan (SK) tugas suaminya yang bekerja di sebuah BUMN dan surat pernyataan sebagai syarat mengundurkan diri. ’’Mundur karena keinginannya sendiri,’’ ujar mantan kepala BPKAD itu.

Beda kasus dengan perempuan berinisial DPY. Keputusan akhirnya dinyatakan TMS karena kedapatan curang saat proses pemberkasan. DPY didapati melampirkan ijazah diploma IV (D-4). Sementara, pada surat tanda register (STR) dia mencantumkan ijazah D-3. ’’Ada ketidakcocokan antara formasi dan pemberkasan,’’ ungkap Rusdiyanto.

Sedianya, DPY lolos seleksi kompetensi dasar (SKD) dan seleksi kompetensi bidang (SKB) untuk formasi bidan terampil di RSUD Kota Madiun. Hanya, kualifikasi pendidikan formasi itu adalah D-3.

Rusdiyanto menilai apa yang telah dilakukan DPY itu sebagai bentuk kecurangan. Sehingga, dinyatakan TMS. Hal itu sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi 36/2018 lampiran huruf J angka 2 poin j.  ’’Yang bersangkutan sebenarnya punya ijazah D-3. Tapi, indeks prestasi kumulatif (IPK) di bawah 3.00. Sehingga, belum memenuhi syarat,’’ terangnya.

Atas temuan itu tim panselda CPNS Pemkot Madiun telah melaporkan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kemen PAN-RB untuk dapat ditindaklanjuti. Pihaknya berharap BKN segera melakukan penggantian dua CPNS yang dinyatakan TMS tersebut. ’’Teknis penggantiannya seperti apa, itu nanti yang menentukan BKN. Jadi, apakah nanti peserta urutan kedua yang mengganti atau bagaimana, kami belum tahu,’’ kata Rusdiyanto.

Dengan demikian, 169 peserta CPNS sudah dinyatakan lolos seleksi menjadi CPNS Pemkot Madiun. Sedangkan, formasi yang dibuka sebanyak 174 orang. Di luar dua CPNS yang mengundurkan diri, terdapat tiga formasi yang memang tidak terisi sejak seleksi dibuka. Antara lain, formasi analis kepegawaian untuk peserta penyandang disabilitas dan dua peserta untuk formasi arsiparis ahli. ’’Kalau nanti sudah ada penggantinya, akan dilakukan pemberkasan ulang,’’ tandas Rusdiyanto. (her/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here