Prabowo-Sandi Unggul Sementara di Pacitan

156

PACITAN – Pasangan Calon (Paslon) Presiden-Wakil Presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno unggul di Pacitan. Hingga pukul 18.00 kemarin (17/4), paslon nomor urut 02 itu meraup 68,8 persen atau 36.856 suara. Sementara paslon nomor 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin meraih 31,2 persen atau 81.359 suara. Itu hitungan sementara dari sekitar 25,8 persen dari 471.249 pemilih yang telah masuk.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi di Pacitan Mayor CPM (pur) Riyanto belum bisa di konfirmasi atas hasil penghitungan sementara yang dihimpun dari berbagai sumber tersebut. Ketua DPC Partai Gerindra Pacitan itu belum menjawab telepon atau SMS dari Radar Pacitan hingga berita ini ditulis tadi malam.

Sementara Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf di Pacitan  Gagarin juga belum bisa berkomentar banyak terkait perolehan suara sementara tersebut. Alasannya penghitungan belum selesai. ‘’Saat ini kami belum mendapatkan hasilnya,’’ katanya.

Gagarin menambahkan target perolehan suara paslon 01 di Pacitan lebih dari 50 persen. Namun, politikus Parti Golkar ini menyatakan puas. Meski belum mendapat hasil rekapitulasi final, dia memastikan perolehan suara meningkat dibanding Pilpres 2014 yakni 35,36 persen. Bahkan dia mengklaim Jokowi-Ma’ruf menang di sejumlah desa. ‘’Meski tidak banyak, mampu menyumbang kemenangan Jokowi-Ma’ruf di tingkat nasional,’’ imbuhnya.

Dia menyebut secara nasional kemenangan Jokowi-Ma’ruf di depan mata. Itu berdasarkan hasil quick count sejumlah lembaga survei. Meski hasil final mutlak dari komisi pemilihan umum (KPU), quick count sudah mendekati real count. Terlebih sejumlah lembaga survei menyajikan angka yang nyaris sama. ‘’Bisa jadi lebih baik dibanding exit poll,’’ ujarnya.

Untuk tingkat kabupaten, pihaknya juga melakukan penghitungan. Hasilnya dikumpulkan dari masing-masing saksi yang dikoordinasi mulai tingkat panitia pemungutan suara (PPS) atau desa/kelurahan. Hanya, hasilnya belum dikantongi semua. Sebab, sempat terjadi mati lampu di tiga kecamatan. Yakni Kecamatan Tegalombo, Nawangan dan Bandar. ‘’Terkendala kondisi geografis, mati lampu dan cuaca,’’ tambahnya.

Sementara itu, insiden listrik padam terbukti menggangu Pemilu 2019. Pasalnya dalam durasi lama. Kurang lebih dua jam. Mulai pukul 16.00 hingga sekitar pukul 18.00. Itu bertepatan dengan dimulainya penghitungan suara di tempat pemguntan suara (TPS). Meski setiap TPS sudah menyiapkan genset, waktu penghitungan suara rata-rata terbuang 15 sampai 30 menit. ‘’Karena harus menyalakan genset dan lainnya,’’ beber Camat Bandar Agung Dwi Cahyono.

Mati lampu juga menyulitkan kolompok petugas pemungutan suara (KPPS). Dia, salah seorang Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) di Kecamatan Tegalombo, mengatakan KPPS harus turun mencari bahan bakar genset agar penerangan di TPS tetap menyala saat penghitungan suara pada malam hari. ‘’Padahal jaraknya jauh dan akses jalannya susah. TPS saya paling atas,’’ ungkapnya.

Terpisah, Manajer PLN Pacitan Aries Dwi Fatriadi tak mengelak insiden mati lampu tersebut. Menurut dia, kejadian tersebut akibat hujan deras di wilayah Tegalombo dan sekitarnya. Sehingga terjadi gangguan jaringan listrik di Desa Gegeran, Tegalombo. ‘’Kabel jaringan listrik tertimpa bambu,’’ ungkapnya. (odi/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here