Prabowo Ajak Pendukungnya Tidak Balas Dendam

103

PONOROGO – Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto diuji kesabarannya. Dia harus menghentikan sejenak orasi politiknya. Penyebabnya, sejumlah emak-emak gaduh berebut buku karyanya: Paradoks Indonesia. ‘’Saudara mau diam atau saya yang bicara. Saudara naik ke sini (panggung, Red). Kalau mau sopan, saya bicara dulu. Ini ingin lanjut atau tidak?’’ katanya di halaman Rumah Makan Sate Lego Ponorogo, Kamis (1/11).

Teguran Prabowo seketika membuat emak-emak di sebelah timur panggung itu terdiam. Prabowo pun melanjutkan kembali pidatonya tentang kondisi Indonesia yang menurut dia sedang dalam keadaan sakit parah. ‘’Kita harus yakinkan rakyat, negara kita sedang sakit parah. Banyak kekayaan kita yang diambil negara lain,’’ ujarnya.

Prabowo juga menyatakan bahwa tidak ada yang abadi di dunia politik. Semua berdasarkan kepentingan. Misalnya, ketika dulu dia sempat berusaha membantu kenaikan pangkat atau jabatan seseorang, tapi setelah semua didapat justru dia dicaci. ‘’Ini seperti air susu dibalas air tuba. Tapi, tidak apa-apa. Biarlah. Nggak usah kita benci atau balas dendam,’’ pintanya.

Selain menyampaikan pidato politik di hadapan pendukungnya, Prabowo juga menyempatkan diri bersilaturahmi ke Pondok Modern Darussalam Gontor. Pasangan Sandiaga Salahudin Uno itu diterima KH Hasan Abdullah Sahal, salah seorang pengasuh pondok setempat.

Menurut Prabowo, kunjungannya ke Gontor sekadar ingin silaturahmi. Pun membuka komunikasi dengan para kiai di pondok tersebut. Sebab, sudah lama dia tidak berkunjung ke pondok di Kecamatan Mlarak itu. ‘’Untuk buka komunikasi, minta masukan dan nasihat,’’ tuturnya.

Dia mengungkapkan berkomunikasi dan meminta nasihat para kiai merupakan salah satu bentuk usahanya selama ini. Prabowo ingin tahu pendapat para tokoh agama terkait kondisi negara saat ini. ‘’Usaha saya selalu begitu. Datang ke tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pendidikan. Saya ingin belajar serta ingin dapat masukan. Dan, ingin mengetahui kondisi yang sebenarnya di seluruh Indonesia,’’ terangnya. (her/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here