PR Kadishub Anyar: Ubah Rekayasa Lalin Menuju Sarangan

214

MAGETAN – Belum genap dua pekan menjabat sebagai kepala dinas perhubungan (dishub) yang baru, Joko Trihono sudah mendapat pekerjaan rumah (PR) dari Bupati Magetan Suprawoto. Joko tidak hanya harus memikirkan kelancaran arus lalu lintas di kawasan kota. Melainkan harus menciptakan rekayasa lalu lintas (lalin) yang dapat menumbuhkan perekonomian di sepanjang jalan yang dilalui pengguna jalan. ’’Karena Magetan ini sudah lancar, tidak ada macet,’’ kata Bupati Magetan Suprawoto.

Salah satunya arus lalu lintas menuju objek wisata Telaga Sarangan. Kang Woto –sapaan bupati Magetan– memiliki konsep untuk membuat rekayasa lalu lintas ke sana. Para pengunjung bakal diarahkan melewati ring road. Sementara, pada saat pulang baru diarahkan melewati jalan di wilayah perkotaan. Di sana para wisatawan bisa diarahkan ke pusat oleh–oleh yang menjual produk unggulan Kabupaten Magetan. ‘’Jika berangkatnya lewat kota, mereka tidak mau mampir karena langsung ke destinasi wisata,’’ ujarnya.

Berbeda jika mereka melewati wilayah perkotaan saat pulang, maka mereka akan mampir ke pusat oleh–oleh tersebut. Bahkan, Pasar Baru dan Pasar Sayur Magetan tidak tertutup kemungkinan akan ramai dengan rekayasa lalu lintas tersebut. Pun, dengan sepanjang ring road yang dilalui wisatawan. Semakin ramai lalu lintas, maka secara perlahan akan menumbuhkan berbagai bentuk investasi di sana. ’’Apa tidak bisa (rekayasa lalin, Red) seperti itu?’’ tanyanya.

Kadishub Magetan Joko Trihono sependapat dengan apa yang menjadi pemikiran Kang Woto tersebut. Namun, pihaknya membutuhkan persiapan untuk merealisasikan pemikiran orang nomor satu di Magetan tersebut. Dia juga tidak bisa mengeksekusinya seorang diri. Melainkan harus melibatkan forum lalu lintas juga. ’’Harus didiskusikan dengan kepolisian dan pemangku lainnya agar yang menjadi keinginan bupati bisa terealisasi. Masyarakat juga bisa menerimanya,’’ terangnya.

Tak cukup hanya berdiskusi, namun juga membutuhkan kunjungan lapangan bersama forum lalin. Dari kunjungan lapangan itu, nantinya bisa diketahui apa yang harus disiapkan. Salah satunya petunjuk arah yang jelas bagi wisatawan. Supaya mereka tidak tersesat dan selamat saat berangkat dan pulang dari Magetan. Untuk pengadaan rambu lalin itu, Joko mengaku tidak mengalami kendala anggaran sama sekali. Lagipula, sudah ada bantuan dari Pemprov Jatim. ’’Berapa jumlahnya (yang akan dipasang) belum tahu sebelum cek lapangan,’’ ungkapnya.

Meski mengaku membutuhkan waktu untuk merealisasikan mimpi mantan sekjen Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kekominfo) itu, namun Joko tetap memiliki target waktu. Sebelum Natal nanti, apa yang diperintah Kang Woto sudah tuntas. Dengan kata lain, Joko masih memiliki waktu hingga 14 hari ke depan. Pekan ini, rencananya dia akan mengumpulkan anggota forum lalin untuk membahas instruksi Kang Woto tersebut. ’’Perintahnya kan baru Jumat kemarin (7/12, Red),’’ tuturnya.

Joko menambahkan, nantinya wisatawan bukan hanya akan ’’dipaksa’’ mampir ke pusat oleh–oleh khas Kabupaten Magetan. Namun juga akan diarahkan untuk melewati objek wisata lain. Sehingga, bukan hanya satu objek yang dikunjungi, yakni Telaga Sarangan.  Joko optimistis hal itu bisa diwujudkan dan masyarakat akan terbiasa. ‘’Secara teknis jalan di Magetan ini cukup leluasa. Banyak alternatif yang bisa dijadikan pilihan,’’ pungkasnya. (bel/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here