PPL Tuntut Panwaslu Genapi Honor

29

MAGETAN – Panitia pengawas lapangan (PPL) ramai-ramai menuntut honor yang hilang ke Panwaslu Magetan, Rabu (8/8). Merujuk surat keputusan (SK) pengangkatan, kontrak kerja terikat selama enam bulan. Terhitung sejak Januari sampai Juli 2018. ‘’Kami hanya menerima honor selama lima kali,’’ kata PPL Ngariboyo Sugiono.

Pertanyaan seputar tak kunjung dicairkannya honor di bulan terakhir tak terbendung lagi. Mengingat kini sudah masuk Agustus. Sejauh ini pun mereka tak mendapatkan penjelasan dari panwaslu. ‘’Selama ini kami belum pernah dikumpulkan untuk menyamakan persepsi,’’ ujarnya.

Sebulan, honor yang diterima PPL hanya Rp 600 ribu. Berapa pun jumlahnya tidak dipersoalkan. Mereka membutuhkan penjelasan dari panwaslu perihal tidak diberikannya honor sesuai kontrak kerja enam bulan. ‘’SK-nya enam bulan, kok honornya lima bulan. Ini yang kami tanyakan,’’ jelasnya.

Ketua Panwaslu Kabupaten Magetan Abdul Aziz menjelaskan bahwa sejauh ini masih menanti keputusan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jatim. Itulah yang membuat honor terakhir PPL tak kunjung dicairkan hingga lewat bulan ini. ‘’Bukannya tidak mau mencairkan,’’ terangnya.

Aziz pun memastikan tersendatnya pencairan honor ini tak hanya terjadi di Magetan. Namun, juga dirasakan PPL lain se-Jatim. Mendasar rapat koordinasi dengan Bawaslu Jatim memang ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum honor terakhir PPL itu dicairkan. Mengingat sesuai tahapan pilkada serentak, PPL tidak melakukan kegiatan apa pun di bulan terakhir tersebut. Beda cerita dengan daerah yang pilkadanya terjadi sengketa. Sehingga masih ada kegiatan tambahan yang perlu dilakukan PPL. ‘’Anggaran yang dikeluarkan itu harus ada output kegiatannya. Nah, ini output-nya belum ada,’’ jelasnya.

Tak ingin dirundung masalah di kemudian hari, akhirnya honor di bulan terakhir itu urung dicairkan. Sembari menanti keputusan dari Bawaslu Jatim. Aziz pilih berhati-hati daripada salah melangkah. Berkaca pengalaman Panwaslu Batu, Malang. Di sana, PPL-nya diminta mengembalikan honor yang telanjur diterima. Sebab, tahapan pilkada di sana telah berakhir tidak berlanjut sengketa. ‘’Kami tak ingin memberikan racun kepada teman-teman PPL,’’ pungkasnya. (bel/c1/fin)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here