Kurang Efektif, PPDB Sistem Zonasi Dikaji Ulang

841

PONOROGO – Sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SD dan SMP dikaji ulang. Penyebabnya, kurang efektifnya kebijakan tersebut pada PPDB tahun lalu. Sekolah acap kesulitan memenuhi pagu jika hanya dari warga sekitarnya. ‘’Sebagian besar sekolah tidak mungkin terpenuhi (pagu PPDB) kalau hanya mengandalkan penerimaan siswa baru dari dalam radius zonasi,’’ kata Kadindik Ponorogo Tutut Erliena, kemarin (9/4).

Tahun ajaran sebelumnya, dindik menetapkan sistem zonasi dalam radius satu kilometer untuk SD dan SMP. Sekolah wajib menerima jika ada calon peserta didik yang bertempat tinggal dalam radius tersebut. Aturan lainnya, pemenuhan pagu dari dalam radius maksimal 70 persen dari total pagu sekolah. Namun ketika diterapkan, banyak sekolah kesulitan memenuhi pagu. Akhirnya, muncul opsi alternatif untuk memenuhi pagu. Yakni, seleksi melalui perankingan nilai ujian sekolah berstandar nasional (USBN). ‘’Mungkin tidak ada separo (jika hanya mengandalkan pemenuhan pagu dari dalam radius). Kekurangan itu pakai urutan nilai (USBN),’’ terangnya.

Di samping ketentuan tersebut, dindik juga menyelenggarakan sejumlah jalur masuk lainnya dalam PPDB tahun lalu. Salah satunya jalur prestasi, serta jalur khusus untuk siswa miskin yang bertempat tinggal tak jauh dari sekolah. Namun, jumlah yang diakomodir tidak lebih dari 20 persen (jalur siswa miskin) dan 5 persen (jalur prestasi akademik dan non akademik). ‘’Kecuali kalau tetap belum memenuhi pagu, ya akan diterima,’’ kata mantan kepala SMAN 1 Ponorogo itu.

Sayangnya, pemprov berkata lain. Tutut menyebut, pemprov telah mengirimkan surat edaran terkait gambaran aturan main PPDB tahun ajaran 2019/2020, termasuk kepada pihaknya. Secara garis besar, petunjuk PPDB dari pemprov tidak berubah dari tahun lalu. Artinya, zonasi wajib ada pada PPDB tahun ajaran mendatang. Itu yang membuat dindik sampai saat ini belum juga menetapkan dan mensosialisasikan aturan main PPDB 2019/2020. ‘’Dalam waktu dekat akan kami sosialisasikan. Terkait berapa jarak radius zonasi PPDB, masih belum (disepakati),’’ kata Tutut. (naz/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here