PPDB: Terbentur SKL, Pendaftar Menyusut

36
SETOR SKL: Sejumlah calon peserta didik baru melengkapi berkas administrasi pendaftaran di SMPN 5 Ngawi kemarin.

NGAWI – Krisis murid pada tiga dari enam SMPN di Ngawi Kota dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini kian menjadi-jadi. Pasalnya, sejumlah pendaftar tak kunjung menyetorkan surat keterangan lulus (SKL) sebagai salah satu syarat administrasi hingga batas waktu yang telah ditentukan.

Padahal, jumlah pendaftar saat SKL belum terbit masih di bawah pagu yang tersedia. ‘’Dari 192 pendaftar, yang menyetorkan SKL baru 168,’’ kata Kepala SMPN 4 Ngawi Moch. Darorul Munir Jumat (14/6).

PPDB SMP di Ngawi sempat terjeda beberapa kali. Sesuai skedul awal, pendaftaran digelar 23-25 Mei. Namun, kala itu pendaftar belum bisa melengkapi berkas persyaratan administrasi. Nilai hasil ujian sekolah berstandar nasional (USBN) belum turun, sehingga pihak SD belum bisa mengeluarkan SKL.

Alhasil, SKL disusulkan setelah pengumuman kelulusan resmi pada 12 Juni. Sementara, kemarin merupakan batas akhir pendaftar menyetorkan SKL ke SMPN yang dituju. ‘’Semakin kurang banyak. Untuk PPDB tahun ini, pagu di sini 256,’’ kata Munir.

Munir tidak bisa berbuat banyak menyikapi krisis murid baru di sekolahnya. Kendati demikian, dia berharap dinas memikirkan solusinya. Pun, dia mengaku sudah mendengar kabar adanya puluhan pendaftar dobel di sejumlah SMPN. ‘’Kami sudah membuat laporan hasil PPDB ke dinas (pendidikan) dengan kondisi kekurangan siswanya. Semoga ada solusi untuk ini,’’ harapnya.

Kondisi di SMPN 3 dan SMPN 6 Ngawi setali tiga uang. Jumlah pendaftar di dua sekolah tersebut tak mengalami pergerakan. Di SMPN 3, dari pagu 160 yang tersedia, baru terisi 130 pendaftar. Sementara, SMPN 6 masih kekurangan 30 siswa dari pagu 96. ‘’Tidak ada perubahan sama sekali,’’ kata Kepala SMPN 6 Ngawi Sri Rahayu.

Fenomena menyusutnya jumlah pendaftar akibat kendala SKL terjadi menyeluruh di SMPN kawasan Ngawi Kota. Bahkan, SMPN 5 Ngawi yang semula mendapatkan pendaftar melebihi pagu, nyaris kekurangan murid. Namun, tertolong lantaran datangnya beberapa pendaftar pada detik-detik terakhir pengumpulan SKL. ‘’Sore, pagu 288 baru terpenuhi,’’ ungkap Kepala SMPN 5 Ngawi Tarkum.

Pada pendaftaran tanpa SKL, SMPN 5 Ngawi mendapatkan 306 pendaftar. Namun, hingga pukul 15.00 kemarin, baru 278 pendaftar sekolah itu yang menyetorkan SKL. Satu jam kemudian, penyetor SKL bertambah menjadi 286. ‘’Akhirnya, pukul 17.00 pagu terpenuhi,’’ ujarnya.

Dalam PPDB tahun ini, SKL menjadi salah satu berkas penentu pendaftaran. Selain sebagai pernyataan lulus, SKL mencantumkan nilai USBN. Nilai tersebut digunakan untuk sistem perangkingan bagi sekolah yang mendapat pendaftar melebihi pagu.

Penyusutan jumlah pendaftar juga terjadi di SMPN 1 Ngawi. Jika semula sekolah itu mendapat 335 pendaftar tanpa SKL, hingga kemarin hanya 296 pendaftar yang menyerahkan SKL. ‘’Kalau yang diterima ya sesuai pagu, 288 siswa,’’ ungkap Sudaryono, kepala sekolah.

Kondisi serupa menimpa SMPN 2 Ngawi. Saat pendaftaran tanpa SKL, sekolah itu mendapatkan 387 pendaftar. Namun, sampai batas waktu penyerahan berkas SKL berakhir, jumlah tersebut menyusut menjadi 359. Meski begitu, perolehan akhir siswa masih jauh melebihi pagu yang tersedia, 288. ‘’Kelebihan siswa sudah kami laporkan ke dinas,’’ kata Kepala SMPN 2 Ngawi Hary Supriyono.

Angin segar datang dari Dinas Pendidikan (Dindik) Ngawi. Sekolah-sekolah yang mengalami krisis murid baru berkesempatan mendapat tambahan murid. Dinas itu berupaya menyalurkan pelajar yang tereliminasi dari sekolah yang kelebihan pagu. ‘’Penyalurannya berdasarkan jarak domisili pelajar dengan sekolah. Itupun kalau pelajarnya menghendaki,’’ ujar Kabid Pembinaan SMP Dindik Ngawi Muh. Luluk Sodiqi.

Terkait sejumlah kerancuan yang terjadi dalam pelakasanaan PPDB tahun ini, Luluk tidak menampiknya. Mulai data pendaftar ganda di beberapa sekolah sampai temuan SKL nyeleneh yang tertanggal sebelum pengumuman kelulusan resmi. Tidak terkecuali pemetaan zonasi yang sempat mengundang pro dan kontra pada awal PPDB lalu. ‘’Akan menjadi bahan evaluasi kami semua itu,’’ janjinya. (den/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here