PPDB SMAN di Ngawi, Sejumlah Siswa Tak Daftar Ulang

22
DOKUMENTASIKAN: Seorang siswa baru memotret informasi daftar ulang di sebuah sekolah.

NGAWI – Pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMAN di Ngawi telah ditutup. Pun, angka kekurangan murid di sejumlah sekolah bertambah lantaran beberapa calon siswa baru tidak melakukan daftar ulang.

Di SMAN 1 Karangjati, misalnya, empat calon siswa tidak melakukan registrasi ulang. ‘’Awalnya ada lima pendaftar yang belum daftar ulang, pada detik-detik terakhir datang satu,’’ kata Kepala SMAN 1 Karangjati Tahrir Susilo Rabu (26/6).

Pada PPDB tahun ini, SMAN 1 Karangjati hanya mendapat 186 siswa dari jalur pendaftaran reguler sistem zonasi dan dilaksanakan secara online. Jumlah itu masih jauh dari total pagu yang tersedia di sekolah tersebut, yakni 324. ‘’Tahun sebelumnya agak mendingan, dapat 262 siswa baru,’’ ujar Tahrir.

Tahrir mengungkapkan, tahun-tahun sebelumnya banyak siswa dari Bojonegoro yang bersekolah di SMAN 1 Karangjati. Namun, tahun ini para pelajar daerah tetangga itu tidak bisa lagi mendaftar akibat terbentur sistem. ‘’Banyak orang tua atau wali murid dari Bojonegoro yang belum paham aturan zonasi datang dan berniat mendaftar ke sini, tapi ya tidak bisa,’’ ungkapnya.

Dia mengatakan, banyaknya pilihan sekolah kejuruan dalam zona SMAN 1 Karangjati ikut memengaruhi perolehan siswa. Yakni, zona I PPDB SMAN 2019/2020 bersama SMAN 1 Kwadungan. Wilayah cakupannya meliputi Kecamatan Karangjati, Padas, Bringin, Kasreman, Kwadungan, dan Pangkur. ‘’SMAN 1 Kwadungan di web PPDB Jatim malah cuma dapat 24 pendaftar,’’ sebutnya.

Mengenai kondisi kekurangan pagu di sekolahnya, Tahrir tidak bisa berbuat banyak. Pihaknya cuma bisa melaporkan kondisi tersebut ke dinas terkait. ‘’Padahal, SMK-SMK yang ada di zona I sampai nolak-nolak pendaftar. Sementara pendaftar yang sudah mendaftar ke SMK, tidak bisa beralih daftar ke SMA karena aturan juga,’’ paparnya.

Terpisah, Kepala SMKN 1 Kasreman Sri Mulyani mengungkapkan bahwa pagu di sekolahnya terpenuhi, yakni 252 siswa. Pun, tidak sedikit calon siswa yang tereliminasi lantaran bertahan mendaftar. ‘’Saat pengambilan PIN malah sampai 300 lebih yang datang ke sini, tapi mau bagaimana lagi, tidak bisa tambah rombel,’’ ujarnya.

Dia tidak menampik bahwa antusiasme masyarakat terhadap pendidikan kejuruan meningkat. Kendala batasan pagu membuat pihak SMKN 1 Kasreman sempat mengumpulkan para pendaftar dengan memberikan prediksi NUN terbawah. Tujuannya supaya calon peserta didik baru dengan nilai di bawahnya segera mencari solusi lain.

‘’Sudah seperti itu kami, tapi sayangnya masih ada saja yang tereliminasi dan tidak dicabut pendaftaraannya. Sekitar lima pendaftar kalau tidak salah. Sayang juga sebenarnya seperti itu,’’ pungkas Sri. (den/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here