Minim Siswa, SMPN 3 Paron Dilarang Buka Pendaftaran PPDB

42

NGAWI – SMPN 3 Paron bakal tinggal nama. Lembaga pendidikan di Dusun Jambe Lor, Desa Ngale, Paron, itu terancam ditutup lantaran minim siswa. Pun, pada PPDB tahun ini dilarang membuka pendaftaran. ‘’Pemberitahuan tentang itu (larangan menerima siswa baru, Red) mendadak, pada 21 Mei lalu,’’ kata Kepala SMPN 3 Paron Purwanto Selasa (28/5).

Purwanto mengatakan, larangan menerima siswa baru itu lantaran jumlah murid yang terlampau sedikit. Kelas VIII, misalnya, hanya memiliki sembilan murid. Sedangkan kelas IX ada 15 siswa.

Kendati tidak bisa berbuat apa-apa, Purwanto menyayangkan kebijakan pelarangan sekolahnya menerima murid baru. Dia menilai sistem zonasi PPDB SMP 2019 di Ngawi masih abu-abu. Sebab, calon peserta didik baru lintas daerah masih diperbolehkan. Yakni. ketentuan zonasi masuk zona II dan III.

‘’Saya kira dengan adanya zonasi SMPN 3 Paron bisa terselamatkan. Tapi, sistem zonasi yang berlaku beda. Padahal, harapan menteri tentang pendidikan itu kan supaya tidak ada lagi sekolah favorit,’’ ujar Purwanto.

Dalam PPDB 2019, SMPN 3 Paron memiliki zona I di Desa Ngale yang terdapat tiga SD. Jumlah itu dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi batas minimal 20 siswa baru dalam satu rombongan belajar (rombel) yang semula dibuka SMPN 3 Paron. ‘’Tapi, Desa Ngale menjadi zona II SMPN 1 Paron yang memiliki sembilan rombel,’’ ungkapnya.

Purwanto menyebut, penerapan sistem zonasi PPDB kali ini tidak ada artinya. Menurutnya, PPDB mestinya dilaksanakan secara online melalui satu pintu pendaftaran. Dengan begitu, lanjut dia, akan jelas mana siswa yang masuk wilayah zonasi atau bukan.

‘’Kalau yang menerima pendaftaran masing-masing sekolah ya sama saja. Pendaftar bisa bebas dan sulit terdeteksi misal mendaftar di luar zona yang telah ditentukan. Mestinya direvisi juga ketentuan zonasi seperti itu,’’ paparnya.

Purwanto tidak bisa berbuat banyak terkait larangan bagi sekolahnya untuk menerima murid baru. Tapi, dia berharap SMPN 3 Paron tetap bisa menyelenggarakan pendidikan. Setidaknya, sekolahnya telah mendapatkan lima calon peserta didik baru. ‘’Sementara kami tampung dulu sambil menunggu SK penutupan dari pihak yang berwenang,’’ ujarnya.

Purwanto mengaku secara lisan telah menerima pemberitahuan agar sekolahnya tidak menerima murid baru dalam PPDB tahun ini. ‘’Tapi, belum kelanjutan pasti sampai sekarang. Saya berharap, benar-benar dipertimbangkan matang-matang untuk penutupan jika sistem zonasi benar-benar diterapkan sesuai aturan,’’ tuturnya. (den/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here